SAMARINDA — Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan PLN untuk memperoleh penjelasan soal kondisi kelistrikan yang memicu pemadaman. Dari penjelasan tersebut, gangguan berkaitan dengan kerusakan pada beberapa bagian pembangkit. Kondisi itu membuat kemampuan pasokan listrik berkurang sehingga sistem kelistrikan belum bekerja optimal.
Aji mengakui belum menguasai secara terperinci jenis kerusakan maupun persoalan teknis pada masing-masing pembangkit. Karena itu, warga yang membutuhkan penjelasan teknis lebih mendalam disarankan mengonfirmasi langsung kepada PLN.
"Sebetulnya kita sudah koordinasi sama pihak PLN dan PLN sudah memberikan penjelasan bahwa memang ada terjadi beberapa kerusakan di beberapa titik pembangkit listrik dari mereka," ujarnya.
PLN telah menyampaikan target penyelesaian perbaikan kepada pemerintah daerah. Berdasarkan komitmen tersebut, proses perbaikan ditargetkan selesai pada minggu kedua atau ketiga Desember 2026.
"Tapi pihak PT PLN sendiri berjanji bahwa sampai dengan minggu kedua atau ketiga Desember, segala kerusakan itu akan diperbaiki, akan beres diperbaiki," kata Aji.
Tenggat itu menjadi harapan agar pasokan listrik di Kaltim kembali membaik. Dengan selesainya perbaikan, kapasitas pembangkit diharapkan mampu mendukung kebutuhan listrik masyarakat.
Selama proses perbaikan berlangsung, PLN disebut telah menyiapkan mesin atau pembangkit cadangan untuk menjaga ketersediaan pasokan. Langkah itu menjadi upaya sementara agar kebutuhan listrik tetap dilayani di tengah gangguan pada sejumlah pembangkit utama.
Namun, kapasitas mesin cadangan yang disiapkan belum sebesar kapasitas mesin utama yang mengalami kerusakan. Kondisi ini membuat kemampuan pasokan listrik masih terbatas dan belum sepenuhnya mampu menggantikan daya dari pembangkit yang sedang diperbaiki.
"Sementara ini, konsultasi-konsultasi kerusakan itu mereka sudah membuat, mengadakan mesin cadangan. Hanya saja memang mesin cadangan itu tidak sebesar yang asalnya," ungkap Aji.
Gangguan pasokan listrik berdampak terhadap berbagai aktivitas masyarakat. Rumah tangga, pelaku usaha, hingga kegiatan pelayanan publik membutuhkan pasokan listrik yang stabil agar aktivitas sehari-hari berjalan sebagaimana mestinya.
Penyelesaian persoalan kelistrikan tetap bergantung pada realisasi perbaikan teknis yang dilakukan PLN. Pemprov Kaltim menyampaikan tenggat berdasarkan komitmen perusahaan tersebut, sementara perkembangan pekerjaan dan kondisi masing-masing pembangkit menjadi ranah teknis PLN.
Pemerintah daerah kini menunggu realisasi pekerjaan tersebut agar gangguan kelistrikan tidak berlangsung lebih lama. "Jadi untuk perbaikan, diberikan sampai dengan Desember," pungkas Aji.