BALIKPAPAN — Dari total sekitar 19 ribu pelanggan yang bergantung pada sistem pelayanan Teritip, sebanyak 14 ribu di antaranya masuk kategori berpotensi mengalami gangguan distribusi. Kawasan Manggar dan Batakan menjadi wilayah yang paling rawan terdampak.
Direktur Utama PTMB Yudi Saharudin menyebut kondisi Waduk Teritip menjadi perhatian utama. Debit air yang tersedia di waduk tersebut saat ini hanya sekitar 60 liter per detik.
Sementara itu, debit Waduk Manggar juga mengalami penurunan dari sekitar 900 liter per detik menjadi 800 liter per detik. Penurunan di dua waduk utama itu membuat pasokan air baku ke instalasi pengolahan ikut berkurang.
PTMB menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan membentuk satuan tugas pelayanan air bersih. Skema ini ditempuh untuk mencari sumber air alternatif dari perusahaan yang memiliki sumur dalam.
Air dari sejumlah sumur tersebut akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak penurunan pasokan air baku. Beberapa sumur alternatif telah diperoleh dan mulai dipakai sebagai lokasi posko maupun terminal pengisian mobil tangki.
"Kami berkoordinasi dengan BPBD membentuk satuan tugas dalam melayani air bersih. Caranya dengan berkoordinasi dengan perusahaan yang mempunyai sumur dalam dan bisa didistribusi dan dibagi kepada masyarakat yang terdampak," kata Yudi, Senin (2/11/2026).
PTMB menyiapkan hampir 20 mobil tangki untuk mendukung distribusi air kepada masyarakat. Jumlah armada itu masih berpotensi ditambah dengan memanfaatkan sumber air dari perusahaan maupun sumur milik warga.
"Kami akan tambah lagi dengan memanfaatkan beberapa alternatif air sumur dari beberapa perusahaan atau dari sumur warga yang kemudian bisa dibagi untuk menambah kekurangan air yang didistribusi kepada masyarakat," ujarnya.
Menurut Yudi, hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir belum cukup untuk mengembalikan pasokan air baku ke tingkat aman. PTMB juga berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk mengantisipasi kemungkinan debit waduk terus menurun.
Di tengah kondisi tersebut, PTMB mengimbau masyarakat agar lebih bijak menggunakan air. Warga diminta menampung air ketika distribusi masih mengalir serta memanfaatkan air hujan sebagai cadangan untuk kebutuhan tertentu.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Balikpapan, manfaatkan air sebijak mungkin dan tampung air apabila mengalir," katanya.
PTMB memastikan koordinasi dengan Pemerintah Kota Balikpapan terus dilakukan untuk menjaga pelayanan air bersih tetap berjalan. Pemantauan debit dua waduk utama akan menjadi acuan sebelum status pasokan air baku dievaluasi kembali.