KALIMANTAN TIMUR — Pemberian pisang atau nasi lumat sebelum usia 6 bulan masih sering dilakukan karena dianggap aman untuk lambung bayi. Dokter spesialis anak konsultan gastrohepatologi Prof Dr dr Pramita Gayatri, Sp.A, Subsp.GH (K) mengingatkan bahwa kebiasaan ini bisa memicu sumbatan hingga komplikasi berat yang berujung operasi.
Praktik memberi makan bayi baru lahir masih ditemui di sejumlah daerah, umumnya karena tradisi keluarga yang menganggap pisang atau nasi aman untuk lambung bayi. Organ pencernaan bayi di bawah 6 bulan belum siap mengolah makanan selain ASI atau susu formula.
Prof Pramita menyebut kasus ini bukan hal baru. Ada keluarga yang memberi pisang dengan cara disendok, melumatkan nasi, bahkan mengunyah makanan di mulut nenek sebelum diberikan kepada bayi.
Sistem pencernaan bayi belum berkembang sempurna, sehingga tidak mampu memproses makanan padat. Risikonya bukan sekadar mules atau sembelit, tetapi sumbatan hingga luka pada saluran cerna.
Pada kondisi parah, bayi yang mengalami gangguan saluran cerna akibat makanan terlalu dini terpaksa menjalani operasi. Ini yang membuat pemberian MPASI prematur masuk kategori berbahaya, bukan sekadar kurang tepat.
Prof Pramita menegaskan, bayi sejak lahir sampai usia 6 bulan cukup diberi ASI atau susu formula. Tidak ada kebutuhan makanan tambahan di rentang usia ini, termasuk pisang yang dianggap paling umum.
“Sebaiknya bayi ketika lahir sampai usia enam bulan diberikan ASI atau diberikan susu formula,” ujar Prof Pramita di Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Ia juga meminta kebiasaan turun-temurun ini dihentikan. “Namun ada beberapa daerah di mana biasanya dilakukan oleh nenek dari bayi diberikan pisang paling sering, kemudian bisa juga nasi dan sebagainya. Saya mengimbau agar hal itu tidak dilakukan lagi,” katanya.
Anggapan bayi menangis karena kelaparan sering jadi alasan pemberian makanan dini. Padahal tangis bayi bisa berarti popok basah, kedinginan, kelelahan, atau butuh dekapan.
Sebelum memutuskan memberi makan, cek dulu kebutuhan dasar bayi. Kalau intensitas menyusu berubah drastis atau bayi tampak tidak nyaman, konsultasikan ke dokter anak alih-alih memberi pisang atau nasi lumat.
Waspadai tanda gangguan saluran cerna pada bayi, seperti muntah berulang, perut kembung keras, tidak buang air besar dalam waktu lama, atau rewel hebat setelah diberi makanan. Segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat.
Untuk ibu yang ingin mulai MPASI, tunggu sampai bayi genap 6 bulan dan konsultasikan kesiapan makan kepada dokter anak. Setiap anak bisa berbeda, terutama yang lahir prematur.
Menghentikan kebiasaan memberi pisang atau nasi sebelum waktunya bukan soal melawan tradisi, tetapi melindungi saluran cerna bayi dari risiko yang tidak perlu. ASI dan susu formula sudah cukup sampai usia 6 bulan.