SAMARINDA — Rencana integrasi berangkat dari survei BPTD Kelas II Kaltim yang menemukan tren penurunan jumlah penumpang di masing-masing terminal. Kepala BPTD Kelas II Kaltim Renhard Ronald menyebut pihaknya telah meminta pendapat perusahaan otobus dan masyarakat sebelum kebijakan ini diajukan ke pemprov.
Dalam skema yang dipaparkan, Terminal Samarinda Seberang akan dioptimalkan karena kondisi fisik bangunannya paling siap. Dua terminal lain mendapat peran berbeda, bukan ditinggalkan.
Terminal Sungai Kunjang dinilai memadai untuk fungsi pengendapan atau penempatan armada bus. Sementara Terminal Lempake berperan sebagai simpul transit dan pelayanan rute khusus di jalur utara.
Renhard menyatakan hasil survei menunjukkan PO bus dan warga pada prinsipnya setuju dengan penggabungan sistem pengoperasian terminal. Revitalisasi Terminal Samarinda Seberang juga masuk dalam rencana yang disepakati responden.
"Hasil survei menunjukkan pada prinsipnya mereka setuju dengan penggabungan sistem pengoperasian terminal, termasuk rencana revitalisasi Terminal Samarinda Seberang," jelas Renhard.
Rudy menyatakan dukungannya setelah meninjau langsung fasilitas penumpang, area keberangkatan dan kedatangan bus, serta sarana pendukung operasional di tiga terminal dan Pelabuhan Kapal Sungai Kunjang. Pemprov Kaltim, kata dia, berkomitmen mendukung pelayanan transportasi yang lebih baik demi kelancaran mobilitas warga.
Peningkatan minat masyarakat menggunakan angkutan umum menjadi salah satu sasaran yang disebut gubernur. Ia menilai terminal yang representatif, bersih, nyaman, dan tertata penting untuk menunjang transportasi publik.
"Kami setuju dengan visi Kepala BPTD Kaltim terkait rencana penggabungan terminal. Nanti akan kami diskusikan dengan instansi terkait di lingkungan Pemprov Kaltim," kata Rudy.
Pembahasan dengan instansi terkait di lingkungan Pemprov Kaltim menjadi tahap lanjutan sebelum kebijakan berlaku. Gubernur didampingi Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setdaprov Kaltim Ujang Rachmad beserta jajaran kepala OPD dalam tinjauan lapangan.
Hasil peninjauan akan dipakai perangkat daerah untuk mengidentifikasi kebutuhan pembenahan infrastruktur transportasi di Kaltim. Belum ada jadwal pasti kapan integrasi mulai dioperasikan.