Kredit Program Pemerintah Tembus Rp294,6 Triliun per 27 Oktober 2026, Lampaui Realisasi 2025

Penulis: Aditya Nugraha  •  Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:50:01 WIB
Penyaluran kredit program pemerintah mencapai Rp294,6 triliun kepada 4,24 juta debitur hingga 27 Oktober 2026.

KALIMANTAN TIMUR — Penyaluran kredit program pemerintah mencapai Rp294,6 triliun kepada 4,24 juta debitur hingga 27 Oktober 2026, melampaui realisasi sepanjang 2025 yang sebesar Rp275,8 triliun. Kredit Usaha Rakyat (KUR) mendominasi dengan Rp265,9 triliun atau 90,1 persen dari target tahun ini. Pemerintah menjalankan lima skema kredit program untuk mendukung swasembada pangan hingga pembangunan 3 juta rumah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan kredit program menjadi instrumen pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan produktivitas nasional. Pernyataan itu disampaikan di tengah perlambatan ekonomi global yang membayangi kinerja perekonomian domestik.

Ekonomi Indonesia sendiri tumbuh 5,45 persen pada semester I 2026. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) disebut menjadi salah satu penggerak pertumbuhan tersebut.

Porsi KUR ke Kredit UMKM Naik Jadi 30,6 Persen

Peran KUR dalam struktur kredit UMKM terus menguat. Porsinya kini mencapai 30,6 persen dari total kredit UMKM, naik signifikan dibanding 14,7 persen pada 2019.

Sepanjang 2026, penyaluran KUR tercatat Rp265,9 triliun kepada 4,12 juta debitur. Angka itu setara 90,1 persen dari target tahun ini.

Secara kumulatif, penyaluran kredit program sejak 2015 telah mencapai Rp2.440 triliun melalui 58,1 juta akad. Lonjakan itu sejalan dengan perubahan skema KUR pada 2015 dari penjaminan menjadi subsidi bunga.

Perubahan skema tersebut memangkas suku bunga KUR dari 12 persen menjadi 6 persen. Beban bunga yang lebih ringan membuat program ini lebih terjangkau bagi pelaku usaha kecil.

Lima Skema Kredit Program yang Berjalan Saat Ini

Pemerintah saat ini menjalankan lima skema kredit program dengan sasaran yang berbeda-beda:

  • KUR — Kredit Usaha Rakyat untuk pelaku UMKM
  • Kredit Usaha Alsintan — dukungan alat dan mesin pertanian
  • KIPK — Kredit Industri Padat Karya
  • KPP — Kredit Program Perumahan
  • KPPS — Kredit Perempuan Prasejahtera

Kelima skema diarahkan untuk mendukung swasembada pangan, penguatan industri padat karya, pembangunan 3 juta rumah, serta pemberdayaan perempuan prasejahtera.

Kualitas Kredit: 68 Persen ke Sektor Produksi, NPL 2,14 Persen

Dari sisi kualitas, sebanyak 68 persen pembiayaan mengalir ke sektor produksi. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) tercatat 2,14 persen.

Angka NPL itu berada di bawah ambang batas yang lazim dipakai perbankan nasional, sehingga memberi ruang bagi pemerintah untuk terus memperluas cakupan program tanpa mengorbankan kualitas portofolio.

Penyerahan Simbolis di Bali: Rp1,95 Miliar ke Tujuh Debitur

Dalam forum yang sama, Airlangga bersama Menteri UMKM Maman Abdurrahman dan Gubernur Bali I Wayan Koster menyerahkan kredit program secara simbolis kepada tujuh debitur. Nilai akad yang diserahkan mencapai Rp1,95 miliar.

Dua calon debitur juga memperoleh komitmen pembiayaan sebesar Rp3,08 miliar. Penerima berasal dari beragam sektor, mulai dari perajin aksesori, pedagang makanan, calon pekerja migran, pengolah gabah, produsen cokelat, hingga pengembang perumahan.

Bagi pelaku usaha, perluasan skema kredit program membuka akses pembiayaan dengan bunga lebih rendah dibanding kredit komersial. Bagi investor, capaian 90,1 persen dari target KUR menjadi indikator seberapa agresif penyaluran kredit perbankan ke segmen UMKM hingga akhir tahun.

Reporter: Aditya Nugraha
Sumber: idxchannel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top