TENGGARONG — Kontingen Kutai Kartanegara diterjunkan ke lima ajang sekaligus sepanjang November 2026, mulai dari Porprov VIII, Pekan Olahraga Provinsi Korpri IV, Peparprov V, Forda II, hingga Porwada Kaltim 2026. Jumlah yang dilepas mencapai sekitar 2.500 orang, terdiri dari atlet, ofisial, dan pendamping.
Di hadapan kontingen, Aulia menegaskan kondisi keuangan daerah tidak akan dipakai sebagai alasan memangkas hak atlet. Defisit anggaran dan efisiensi disebutnya tidak boleh mengurangi penghargaan bagi mereka yang membawa nama baik Kukar.
Jaminan bonus disampaikan langsung oleh orang nomor satu di Kukar tersebut. Ia memastikan besaran penghargaan untuk atlet tidak akan turun dibanding tahun sebelumnya.
"Saya jamin, meskipun kita menghadapi defisit anggaran dan efisiensi, bonus teman-teman minimal sama dengan tahun sebelumnya," ujar Aulia.
Ia melangkah lebih jauh dengan membuka opsi penyetaraan bonus. Jika ada kabupaten atau kota lain di Kaltim yang memberikan penghargaan lebih besar, Kukar akan menyesuaikan.
"Kalau ada kabupaten/kota lain yang berani memberikan bonus lebih tinggi, kita samakan dengan yang paling tinggi," tegasnya.
Besaran bonus final akan dibahas bersama KONI, NPCI, PWI, dan pihak terkait lainnya. Belum ada angka yang disebut dalam pelepasan kali ini.
Aulia meminta BPKAD dan Dispora memastikan seluruh kebutuhan pertandingan tuntas sebelum atlet berangkat. Uang saku dan biaya transportasi masuk dalam daftar yang harus diselesaikan lebih dulu.
"Pastikan para atlet sudah menerima haknya sebelum berangkat sehingga mereka bisa berkonsentrasi mengikuti pertandingan," katanya.
Menurutnya, kepastian pembiayaan menjadi kunci agar atlet tidak terbebani persoalan biaya saat bertanding. Persoalan administratif diminta tidak lagi mengganggu konsentrasi di lapangan.
Lima ajang yang diikuti kontingen Kukar berlangsung dalam rentang waktu berdekatan. Aulia meminta ofisial dan pendamping menyusun pembagian tugas dengan rapi agar tidak ada atlet yang terabaikan.
Pengurus organisasi olahraga juga diminta menjadi pengayom bagi atlet. Jika muncul perselisihan di lapangan, penyelesaian harus lewat koordinasi, bukan dibiarkan memanjang.
Aulia menutup dengan pesan kekompakan. Ia berharap kontingen menjaga nama baik daerah selama bertanding.
"Jaga nama baik daerah kita, jaga nama baik Kutai Kartanegara," pungkasnya.
Persiapan kontingen disebut sudah matang. Dari situ, Aulia memasang target tinggi untuk seluruh ajang yang diikuti.
"Saya yakin dan percaya, dengan persiapan yang telah dilakukan, Kukar mampu menjadi juara umum di seluruh ajang perlombaan yang diikuti," tuturnya.
Keyakinan itu dibangun di atas rekam jejak Kukar yang selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan olahraga di Kaltim. Lima ajang sekaligus menjadi ujian tersendiri, terutama soal manajemen waktu dan tenaga para atlet.