Deezer Rilis Filter Lagu AI, Singkirkan 42 Juta Trek dari Rekomendasi

Penulis: Endra Sanjaya  •  Senin, 26 Oktober 2026 | 11:50:31 WIB
Deezer meluncurkan filter untuk menyaring lagu yang sepenuhnya dihasilkan AI dari pencarian dan rekomendasi pengguna.

KALIMANTAN TIMUR — Deezer meluncurkan fitur penyaring lagu yang sepenuhnya dihasilkan AI dari pencarian dan beranda rekomendasi pengguna. Platform streaming asal Prancis itu mengecualikan lebih dari 42 juta lagu dan 14 juta album AI sejak Januari 2025, dengan fitur dijadwalkan tersedia sebelum akhir tahun.

Pengguna Deezer kini bisa memilih hanya mendengar musik dari artis manusia. Filter anyar menghapus lagu, album, dan artis yang terdeteksi sepenuhnya dihasilkan kecerdasan buatan dari hasil pencarian serta halaman rekomendasi playlist.

Keputusan Deezer mengikuti keluhan berulang di komunitas pengguna dan forum Reddit. Banyak pelanggan meminta lagu-lagu AI disaring dari algoritma karena mengganggu pengalaman mendengarkan.

Apa yang Disaring dan Apa yang Lolos

Sistem hanya menyingkirkan konten yang sepenuhnya dihasilkan AI. Lagu karya musisi manusia yang memakai alat AI sebagai bagian proses kreatif masih bisa muncul di rekomendasi.

Pengguna bebas mengaktifkan atau menonaktifkan filter sesuai selera. Jika ingin mengeksplorasi musik AI, cukup matikan penyaring dan trek-trek tersebut kembali tampil di beranda.

Skala Konten AI di Deezer

Perusahaan mengembangkan sistem deteksi ini sejak tahun lalu. Sejak Januari 2025, Deezer telah mengecualikan lebih dari 42 juta lagu dan 14 juta album yang teridentifikasi dihasilkan AI dari rekomendasi aplikasinya.

Angka itu bukan kebetulan. Pada Juli, Deezer menyatakan lebih dari 50 persen lagu yang diunggah ke platform adalah konten AI, dengan rata-rata 90 ribu unggahan per hari.

Volume sebesar itu membuat kurasi manual tidak lagi memadai. Deteksi otomatis jadi satu-satunya cara menjaga kualitas rekomendasi di katalog yang membengkak.

Alasan Bisnis di Balik Filter

Selain kenyamanan pengguna, penyaringan ini menyasar pihak yang mengeksploitasi monetisasi lagu AI. Deezer ingin memastikan royalti streaming mengalir ke kreator manusia, bukan ke produsen konten generatif massal.

Langkah Deezer mendahului platform besar lain yang sejauh ini belum memberi kontrol serupa ke pendengar. Spotify, Apple Music, dan YouTube Music belum menyediakan tombol penyaring konten AI di antarmuka pengguna.

Kapan Fitur Tersedia

Deezer menargetkan filter ini aktif sebelum akhir tahun. Belum ada keterangan resmi soal ketersediaan per negara, termasuk Indonesia, maupun versi aplikasi minimum yang dibutuhkan.

CEO Deezer Alexis Lanternier menyebut permintaan pengguna sudah jelas. "Kami telah melihat permintaan pengguna yang jelas untuk kemampuan menyaring musik yang dihasilkan AI, dan sekarang kami memberi semua orang pilihan untuk menghapus konten ini sepenuhnya dari pengalaman streaming mereka di Deezer, dan hanya fokus pada kreator dan karya manusia, jika mereka menginginkannya," katanya, dikutip dari TechCrunch.

Bagi industri musik global, filter Deezer jadi uji coba pertama skala besar: apakah platform streaming bisa memisahkan karya manusia dan mesin tanpa merusak pengalaman mendengarkan. Jawabannya akan terlihat setelah fitur bergulir penuh.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top