BANJARMASIN — Perbaikan transisi bertahan menjadi fokus utama PS Barito Putera setelah lima pertandingan pertama Pegadaian Championship 2026/2027 mencatatkan delapan gol kemasukan. Rinciannya, dua gol saat menghadapi Persipura Jayapura, tiga gol dari Deltras FC, dua gol ketika melawan Kendal Tornado FC, dan satu gol dari Persela Lamongan.
Catatan itu menjadi pekerjaan rumah bagi Frans Sinatra Huwae dan tim pelatih. Celah pertahanan tetap terlihat meski Barito Putera menang atas Persiba Balikpapan pada laga sebelumnya.
Frans menilai persoalan muncul ketika pemain kehilangan penguasaan bola setelah membangun serangan. Situasi itu membuka ruang bagi lawan melancarkan serangan balik.
Sejumlah serangan balik Persiba Balikpapan memang tidak berujung gol. Namun, kondisi tersebut tetap menjadi peringatan karena bisa menghadirkan ancaman lebih besar saat menghadapi lawan berikutnya.
"Lengah dalam pertahanan saat menyerang membuat lawan akan memanfaatkan serangan balik yang membahayakan. Itu yang akan kami perbaiki, jadi sudah menjadi catatan kami untuk kami bersiap dua laga tandang nanti," jelas Frans, dikutip dari laman I League.
Barito Putera dijadwalkan menghadapi De Red FC di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, Minggu (18/10/2026) malam. Lima hari berselang, Satria Tama Hardianto dan rekan-rekan bertandang ke markas PSBS Biak di Stadion Sriwedari, Solo, Jumat (23/10/2026).
Dua pertandingan tersebut menjadi ujian bagi Laskar Antasari untuk memperbaiki koordinasi antarlini. Konsistensi pertahanan disebut menjadi salah satu faktor penting agar Barito Putera mampu menjaga hasil positif sekaligus memperbaiki catatan kebobolan.
Perbaikan tidak hanya diperlukan ketika menghadapi tekanan lawan. Frans juga menyoroti momen saat pemain kehilangan bola setelah membangun serangan sebagai titik rawan yang harus dibenahi.
Menghadapi De Red FC dan PSBS Biak, Barito Putera dituntut mengurangi peluang lawan melalui serangan balik. Dua laga tandang ini akan menunjukkan seberapa jauh evaluasi transisi bertahan berjalan sesuai rencana tim pelatih.