KALIMANTAN TIMUR — Polres Padangsidimpuan menyerahkan 1,9 ton jagung berkualitas ke Gudang Perum Bulog Padangsidimpuan, Senin (12/10/2026), untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani. Langkah ini mempercepat penyerapan hasil panen lokal agar tidak dipermainkan tengkulak. Pasokan tersebut sekaligus memperkuat cadangan pangan daerah menjelang periode permintaan tinggi.
Paragraf pembuka: Penyerahan komoditas dipimpin Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) Polres Padangsidimpuan AKP Irwan Sastradinata bersama Kapolsek Batunadua AKP Sulaiman Rangkuti. Petugas Bulog memeriksa kualitas jagung sebelum menyatakan komoditas layak serap, dengan kadar air tercatat 12,9 persen atau berada di ambang ideal untuk penyimpanan jangka panjang. Pemeriksaan itu menjadi syarat wajib sebelum jagung masuk ke gudang Bulog.
Irwan menjelaskan, keterlibatan kepolisian dalam penyerapan panen bertujuan menjaga kepastian harga di tingkat petani sekaligus mengamankan pasokan pangan warga. Menurut dia, fluktuasi harga jagung sering terjadi karena posisi tawar petani lemah saat panen raya tiba.
“Polres Padangsidimpuan mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan nasional. Sinergi antara Polri dan Bulog akan terus kami perkuat agar hasil panen petani dapat diserap dengan baik dan tepat waktu,” kata Irwan.
Ia menambahkan, jajaran kepolisian akan terus berada di lapangan untuk memangkas hambatan rantai distribusi hasil pertanian warga. Polisi, lanjutnya, siap mengawal distribusi dan penyerapan hasil panen agar tidak ada permainan harga di jalur distribusi.
“Polri siap mengawal distribusi dan penyerapan hasil panen. Semoga langkah ini turut mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani di wilayah Kota Padangsidimpuan,” ujar Irwan.
Dengan kepastian penyerapan oleh Bulog, harga jagung di tingkat petani Kota Padangsidimpuan tetap terjaga stabil. Petani tidak lagi bergantung pada tengkulak yang kerap menekan harga saat pasokan melimpah. Stok pangan masyarakat juga dipastikan aman dan terjangkau.
Skema penyerapan seperti ini menjadi bantalan bagi petani jagung di wilayah Sumatera Utara bagian selatan, yang selama ini menghadapi risiko harga jatuh setiap musim panen. Bulog berperan sebagai pembeli terakhir dengan harga pembelian pemerintah yang menjadi acuan pasar.
Sinergi Polri dan Bulog di Padangsidimpuan merupakan bagian dari program ketahanan pangan nasional yang melibatkan sejumlah instansi daerah. Polres Padangsidimpuan menyatakan akan melanjutkan pendampingan serupa pada panen-panen berikutnya, dengan fokus pada komoditas pangan pokok lain di wilayah hukumnya.
Pemerintah menempatkan penyerapan hasil panen lokal sebagai instrumen utama menjaga inflasi pangan, terutama pada komoditas yang harganya fluktuatif seperti jagung. Jagung sendiri menjadi bahan baku pakan ternak dan bahan pangan olahan, sehingga stabilitas harganya berdampak langsung ke sektor peternakan.
Penutup: Pasokan 1,9 ton memang kecil dibanding volume nasional, tetapi menjadi penanda bahwa penyerapan panen di daerah berjalan dengan pengawasan langsung. Bagi petani Padangsidimpuan, kehadiran Bulog di titik panen menentukan selisih pendapatan yang mereka bawa pulang setiap musim tanam.