Pepelingasih Kaltim Galang Pemuda Cegah Karhutla lewat Edukasi dan Jelajah Alam

Penulis: Aditya Nugraha  •  Minggu, 11 Oktober 2026 | 10:10:02 WIB
Ketua DPD Pepelingasih Kaltim Rifki Ade Putra menegaskan pentingnya pencegahan karhutla sejak dini di Samarinda, Sabtu.

DPD Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih (Pepelingasih) Kalimantan Timur menggalang keterlibatan generasi muda untuk memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui edukasi berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor. Ketua DPD Pepelingasih Kaltim Rifki Ade Putra menegaskan pencegahan harus dibangun sejak dini, bukan menunggu api muncul. Organisasi kepemudaan ini juga menjalankan program Pemuda Jelajah Alam di kawasan Balikpapan dan sekitarnya.

SAMARINDA — Ketua DPD Pepelingasih Kaltim Rifki Ade Putra menyatakan kesadaran warga untuk tidak membakar lahan sembarangan, menjaga lingkungan sekitar, dan segera melaporkan potensi kebakaran menjadi langkah krusial yang harus ditanamkan sejak awal. Menurut dia, fokus gerakan tidak boleh menunggu api muncul, melainkan pada upaya pencegahan bersama.

"Karhutla bukan hanya persoalan ketika api sudah muncul. Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama melakukan pencegahan," ujar Rifki di Samarinda, Sabtu.

Pemuda Jelajah Alam Jadi Program Andalan

Salah satu program nyata yang dijalankan Pepelingasih adalah Pemuda Jelajah Alam. Kegiatan itu berupa menyusuri jalan setapak di hutan kota atau hutan lindung di kawasan Balikpapan dan sekitarnya untuk mengenalkan alam secara langsung kepada pemuda.

Lewat program tersebut, anak muda diajak mengambil peran nyata sebagai agen perubahan dengan memulai aksi pelestarian dari lingkungan tempat tinggal masing-masing. Langkah sederhana yang didorong antara lain tidak membuang sampah sembarangan, melakukan penghijauan, hingga mengedukasi warga soal pentingnya menjaga kelestarian alam.

Pembangunan dan Pelestarian Harus Berjalan Beriringan

Rifki menilai Kalimantan Timur saat ini memegang peran strategis dalam pembangunan nasional. Karena itu, aktivitas pembangunan dan pelestarian lingkungan harus berjalan beriringan tanpa dipertentangkan.

Ia mengingatkan seluruh pihak agar tidak hanya berfokus pada kepentingan jangka pendek tanpa mempertimbangkan kondisi ekologis yang akan diwariskan kepada generasi mendatang. Menurut dia, edukasi yang konsisten menjadi kunci utama agar masyarakat memiliki kewaspadaan tinggi dan tidak menunggu bencana lingkungan terjadi untuk bergerak peduli.

Sinergi Lintas Sektor Dinilai Kunci

Penanganan persoalan lingkungan yang luas, kata Rifki, tidak dapat diselesaikan secara parsial. Dibutuhkan sinergi yang kuat antarpemangku kepentingan agar kesadaran lingkungan merata di semua lapisan masyarakat.

"Kolaborasi harus melibatkan pemerintah, dunia usaha, hingga komunitas agar kesadaran lingkungan merata di semua lapisan masyarakat," imbuhnya.

Melalui langkah strategis tersebut, Pepelingasih berharap Kalimantan Timur tetap menjadi wilayah yang asri, bersih, dan nyaman bagi kelangsungan hidup generasi masa depan.

Reporter: Aditya Nugraha
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top