30 Pegiat Kopi Bontang Asah Teknik Manual Brew dan Hospitality Lewat Kompetisi Pupuk Kaltim

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Senin, 21 September 2026 | 09:16:31 WIB
Peserta mengikuti kompetisi manual brew dalam pelatihan pegiat kopi di Bontang Citimall.

BONTANG — Pelatihan berlangsung di Bontang Citimall dengan format berbeda dari sekadar kelas teori. Peserta mengikuti kompetisi manual brew sebagai ruang menguji keterampilan sekaligus bertukar pengalaman antarpeserta.

VP TJSL Pupuk Kaltim, Rezha Abdillah, menyebut kegiatan ini bagian dari upaya perusahaan mendorong masyarakat mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki. Menurutnya, sektor kopi di Bontang punya ruang tumbuh yang lebar.

Mengapa Sektor Kopi Bontang Dipandang Menjanjikan

Rezha menilai ekosistem kopi di Kota Bontang terus berkembang. Usaha kedai kopi, komunitas, home brewer, dan berbagai aktivitas pendukung industri kopi tumbuh seiring waktu.

"Dunia kopi memiliki ekosistem cukup luas. Ada keterampilan, kreativitas, pelayanan, komunitas, dan peluang usaha. Untuk itu, kami melihat pengembangan kompetensi para pegiat kopi sebagai salah satu bagian yang dapat mendukung tumbuhnya ekonomi kreatif di Kota Bontang," terang Rezha.

Pupuk Kaltim sengaja mendorong peningkatan kapasitas masyarakat agar peluang usaha di sektor kopi bisa dikembangkan secara mandiri dan berkelanjutan.

Keterampilan Teknis Harus Berjalan Beriringan dengan Pelayanan

Pelatihan kali ini merupakan tindak lanjut dari kontribusi Pupuk Kaltim dalam pengembangan keterampilan barista yang sebelumnya juga dilaksanakan bagi masyarakat. Peserta tidak hanya memperdalam teknik penyeduhan kopi, tetapi juga memahami pentingnya pelayanan bagi pelanggan.

Menurut Rezha, keterampilan teknis harus berjalan beriringan dengan kemampuan memberikan pelayanan yang baik. Dalam industri kopi yang semakin kompetitif, pengalaman pelanggan menjadi faktor penting untuk membangun loyalitas dan keberlanjutan usaha.

"Kami harap peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam meningkatkan potensi usaha maupun dikembangkan menjadi peluang usaha baru. Mengingat kompetensi teknis juga harus dilengkapi kemampuan memberikan pelayanan terbaik," lanjut Rezha.

Kompetisi Manual Brew Jadi Ruang Berbagi Pengetahuan

Manual brew competition yang digelar bukan sekadar ajang mencari juara. Peserta diberi ruang untuk menguji keterampilan sekaligus berbagi pengalaman dan pengetahuan antarpeserta.

Kompetisi ini memperkuat jejaring antar pelaku industri kopi di Bontang. Peserta bisa saling bertukar informasi, membuka peluang kolaborasi, dan bersama-sama meningkatkan kualitas produk serta layanan.

"Ke depan, Pupuk Kaltim akan terus menghadirkan program pemberdayaan yang relevan dengan potensi masyarakat. Kolaborasi dengan seluruh pihak akan terus kami perkuat, agar berbagai inisiatif dapat memberi dampak lebih luas," tambah Rezha.

Pemkot Bontang Dorong Kemandirian Pelaku Usaha Kopi

Mewakili Pemkot Bontang, Staf Ahli Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Lukman, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Pupuk Kaltim dalam mendorong penguatan ekonomi kreatif di Kota Bontang. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong kemandirian masyarakat dan memperluas sumber pertumbuhan ekonomi.

Pemkot Bontang mendorong penguatan kapasitas UMKM lokal agar semakin tangguh dan berdaya saing. Sektor kopi dinilai memberi ruang bagi generasi muda mengembangkan keterampilan untuk mendapatkan nilai tambah secara ekonomi.

"Oleh karena itu, kami mendorong seluruh peserta untuk terus mengasah keterampilan dalam menghasilkan cita rasa kopi berkualitas dengan pelayanan yang profesional, agar industri kopi Bontang semakin memiliki daya saing dan berdampak pada peningkatan usaha masing-masing," pesan Lukman.

Harapan Komunitas KOPINICUS

Perwakilan KOPINICUS, M Diky Gunawan, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pupuk Kaltim pada kegiatan ini. Diky menyebut kolaborasi tersebut menjadi langkah positif dalam memberi ruang bagi pegiat kopi Bontang meningkatkan kompetensi sekaligus memperluas jejaring.

"Bagi kami, kegiatan ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga ruang belajar dan berbagi pengalaman bersama para pegiat kopi. Kami harap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut, serta memberi manfaat lebih luas bagi perkembangan ekonomi kreatif di Kota Bontang," ucap Diky.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: eksposkaltim.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top