Influenza A pada Anak Meningkat, Kenali Penyebab dan Gejalanya

Penulis: Aditya Nugraha  •  Sabtu, 19 September 2026 | 14:35:31 WIB

KALIMANTAN TIMUR — Kasus Influenza A pada anak dilaporkan meningkat di sejumlah daerah dan ramai dibicarakan di media sosial. Kenali penyebab, gejala khas, dan tanda bahaya yang perlu ibu waspadai sebelum kondisi anak memburuk.

Mengutip laman resmi Kementerian Kesehatan, influenza adalah virus yang menyerang sistem pernapasan, mulai dari hidung, tenggorokan, hingga paru-paru. Virus ini diklasifikasikan menjadi tiga kategori utama, yaitu A, B, dan C.

Apa Itu Influenza A dan Bedanya dengan Flu Biasa

Influenza A dikenal sebagai penyebab wabah flu tahunan sekaligus pandemi global. Sementara Influenza B lebih sering memicu wabah lokal, dan Influenza C umumnya lebih ringan serta tidak mewabah.

Gejalanya memang sekilas mirip flu biasa. Bedanya, Influenza A bisa muncul mendadak dengan keluhan yang jauh lebih berat dan bertahan lebih lama.

Gejala Influenza A pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Dokter Spesialis Anak dr. Ardi Santoso melalui unggahan di akun Instagramnya menegaskan bahwa Influenza A bukan flu atau pilek biasa. Gejalanya bisa datang tiba-tiba dan cukup mengganggu aktivitas anak.

Beberapa gejala yang umum muncul antara lain:

  • Demam tinggi
  • Batuk dengan intensitas cukup berat
  • Sakit kepala
  • Pegal dan nyeri otot
  • Menggigil dan lemas
  • Sakit tenggorokan
  • Hidung berair dan tersumbat

Kombinasi gejala ini biasanya membuat anak tampak lemas dan tidak bersemangat. Jika ibu melihat tanda-tanda tersebut, jangan anggap remeh.

Mengapa Anak Lebih Rentan Terkena Influenza A

Anak-anak termasuk kelompok yang paling mudah tertular influenza karena sistem imunnya belum sepenuhnya matang. Virus ini menyebar lewat droplet atau percikan air liur saat anak batuk, bersin, atau berbicara dekat dengan orang lain.

Ruangan tertutup dengan ventilasi minim, seperti kelas atau area bermain, memperbesar risiko penularan. Mainan yang dipakai bergantian juga bisa jadi perantara.

Kapan Harus Segera ke Dokter

Ibu perlu segera membawa anak ke dokter jika demam tidak turun dalam dua sampai tiga hari, anak sulit bernapas, tidak mau makan atau minum, atau tampak sangat lemas. Pada bayi di bawah satu tahun, gejala apa pun sebaiknya langsung dikonsultasikan.

Anak dengan kondisi kronis seperti asma atau penyakit jantung juga perlu perhatian ekstra. Jangan menunggu gejala memburuk sebelum memeriksakan diri.

Langkah Pencegahan di Rumah

Cuci tangan rutin, ajarkan anak menutup mulut saat bersin, dan pastikan ventilasi rumah tetap baik. Lengkapi juga imunisasi influenza sesuai anjuran dokter anak.

Jika anak sedang sakit, istirahatkan di rumah agar tidak menular ke teman-temannya. Berikan cairan cukup dan makanan bergizi untuk membantu pemulihan.

Mengenali gejala Influenza A sejak awal membuat ibu bisa mengambil langkah tepat. Waspada bukan berarti panik, cukup pastikan anak mendapat penanganan yang sesuai sebelum kondisinya memburuk.

Reporter: Aditya Nugraha
Sumber: lifestyle.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top