BPBD Kaltim Semai Puluhan Ton Garam di Udara untuk Padamkan Karhutla, Pesawat Cessna Siaga 24 Jam

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Rabu, 16 September 2026 | 23:16:01 WIB
Pesawat Cessna Caravan 208/PK-SNL milik BPBD Kaltim diterbangkan untuk menyemai garam ke awan guna memadamkan karhutla.

SAMARINDA — Operasi penyemaian garam di awan menjadi andalan BPBD Provinsi Kalimantan Timur untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang terus meluas. Pesawat Cessna Caravan 208/PK-SNL diterbangkan sejak Selasa, 15 September 2026, menyemai puluhan ton garam ke awan potensial hujan.

Plt Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kaltim, Sugeng Priyanto, menyatakan operasi udara ini menjadi solusi krusial karena petugas darat menghadapi banyak kendala di lapangan.

Mengapa Pemadaman Darat Tidak Bisa Diandalkan

Minimnya sumber air akibat kemarau panjang yang diperparah fenomena El Nino membuat tim darat kesulitan menjinakkan api. Kondisi itu diperberat medan yang sulit dijangkau.

"Sebab lainnya adalah medan yang sulit dijangkau. Lokasi titik api yang jauh, terjal, bahkan berada di jurang mengakibatkan peralatan pemadam jalur darat tidak bisa masuk," ungkap Sugeng di Samarinda, Rabu, 16 September 2026.

Karena itu, intervensi dari udara dinilai sangat vital. Tim OMC yang didukung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengamati pergerakan awan secara intensif.

Pesawat Diterbangkan Kapan Pun Awan Mendukung

Pesawat akan langsung diterbangkan kapan pun kondisi awan mendukung untuk disemai menjadi hujan. Tidak ada jadwal tetap — semua bergantung pada pergerakan awan yang terpantau.

"Tim selalu siaga 24 jam. Harapannya, kami dapat merespons cepat ketika muncul awan potensial hujan melalui teknologi modifikasi cuaca ini," pungkas Sugeng.

Operasi modifikasi cuaca ini melibatkan sejumlah mitra BPBD Kaltim. Penyemaian garam ke awan menjadi metode yang dipilih karena jangkauan titik api yang tidak bisa diakses peralatan darat.

Karhutla Meluas di Sejumlah Titik Kaltim

Kebakaran hutan dan lahan dilaporkan terus meluas di sejumlah wilayah Kalimantan Timur. Asap akibat karhutla sempat muncul di Kelurahan Sepan, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), pada 19 Agustus 2026.

BPBD Kaltim belum merinci jumlah titik api yang masih aktif maupun luas lahan yang terbakar. Operasi udara akan terus dilakukan selama kondisi awan memungkinkan untuk disemai.

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: metrotvnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top