KALIMANTAN TIMUR — Peluncuran ini menegaskan perluasan kemitraan Hino dan ZF yang sebelumnya hanya menyentuh segmen truk. Kini kolaborasi tersebut merambah ke lini bus antarkota dan bus pariwisata berukuran besar.
Transmisi TraXon 2 mengusung unit kontrol elektronik yang dirancang mandiri oleh ZF bersama aktuator perpindahan gigi presisi. Kombinasi ini diklaim menghadirkan performa berkendara paling optimal di kelasnya.
Berdasarkan estimasi internal ZF, konsumsi bahan bakar dapat ditekan dan emisi karbon dioksida turun hingga 1,7% dibandingkan generasi TraXon sebelumnya.
Keunggulan utama transmisi ini ada pada fitur Intarder terintegrasi. Teknologi retarder hidrodinamik tersebut bekerja sebagai rem pembantu yang sanggup beroperasi mandiri tanpa bergantung pada putaran mesin.
Fitur ini krusial saat armada bus melintasi rute menurun panjang. Intarder sanggup memangkas beban kerja rem utama sehingga tingkat keselamatan operasional pengemudi meningkat.
Dampak finansialnya juga positif. Perawatan komponen rem jadi lebih hemat, sementara polusi dari debu gesekan rem bisa diminimalisir.
ZF tidak hanya menyuplai transmisi. Pabrikan Jerman itu turut memasok komponen sasis modern untuk S'elega, termasuk sistem pengereman elektronik, Continuous Damping Control, dan suspensi udara OptiRide.
Dapur pacu bus ini dibekali mesin diesel A09C 6-silinder segaris berkapasitas 8.900 cc. Mesin tersebut memuntahkan tenaga hingga 358 dk pada 1.800 rpm serta torsi puncak 1.596 Nm pada rentang 1.100-1.400 rpm.
Untuk keselamatan aktif dan pasif, Hino membekali S'elega dengan radar jarak pendek. Sensor pintar itu mendukung fitur pemantau titik buta dan mendeteksi lalu lintas dari arah depan.
Kepala Promosi Produk Hino, Kenji Mukouzato, menyebut penerapan TraXon 2 dengan Intarder berkontribusi penting bagi efisiensi bahan bakar dan keselamatan.
"Kami sangat senang dapat meluncurkan generasi baru Hino S'elega. Penerapan TraXon 2 ZF dengan Intarder memberikan kontribusi penting bagi efisiensi bahan bakar dan keselamatan," ujar Mukouzato, Senin (14/9/2026).
Integrasi teknologi ini kian meluas melalui usaha patungan J-Bus antara Hino dan Isuzu. Platform teknologi serupa juga diaplikasikan pada Isuzu Gala sehingga skala penerapan sistem bertambah di pasaran.
Langkah Hino dan ZF ini melahirkan standar baru di industri kendaraan komersial Jepang. Keduanya menyebut integrasi teknologi modern sebagai bukti komitmen menghadirkan moda transportasi aman dan ramah lingkungan.