KALIMANTAN TIMUR — Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merilis data wholesales atau distribusi pabrik ke dealer untuk periode Agustus 2026. Angka tersebut memperlihatkan pergeseran jelas di pasar mobil nasional, dengan kendaraan berbahan bakar bensin kehilangan sebagian pangsa ke segmen elektrifikasi.
Kelompok mobil bensin murni yang dihitung mencakup LCGC, ICE non-LCGC, dan Commercial Vehicles. Totalnya mencapai 54.683 unit pada Agustus 2026, turun dari 57.166 unit pada Juli 2026.
Pelemahan di kelompok bensin tidak merata. LCGC justru mencatat kenaikan dari 9.127 unit pada Juli 2026 menjadi 9.675 unit pada Agustus 2026.
Yang menyusut adalah segmen ICE Passenger non-LCGC dan Commercial Vehicles. Penjualannya turun dari 48.039 unit pada Juli 2026 menjadi 45.008 unit pada Agustus 2026. Inilah penyumbang utama penurunan kelompok bensin secara keseluruhan.
Segmen mobil hybrid tak luput dari tren pelemahan. Penjualannya tercatat 7.667 unit pada Agustus 2026, turun dari 8.004 unit pada Juli 2026, atau sekitar 4,21 persen.
Mobil plug-in hybrid (PHEV) bergerak berlawanan arah meski sangat tipis. Angkanya naik dari 1.973 unit pada Juli 2026 menjadi 1.993 unit pada Agustus 2026, tumbuh sekitar 1,01 persen.
Kenaikan paling signifikan datang dari mobil listrik murni (BEV). Penjualannya melonjak dari 13.972 unit pada Juli 2026 menjadi 17.413 unit pada Agustus 2026.
Pertumbuhan 24,63 persen dalam sebulan ini jauh mengungguli segmen lain. Beberapa faktor yang mendorongnya adalah insentif pemerintah, makin banyaknya pilihan model BEV di pasar, serta harga yang berangsur lebih kompetitif.
Secara akumulatif, total penjualan mobil nasional sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai 599.491 unit. Angka ini tumbuh 20,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Artinya, pasar otomotif Tanah Air masih berada dalam tren pemulihan dan pertumbuhan yang solid. Hanya saja komposisinya berubah, dengan BEV mengambil porsi yang makin besar sementara mobil bensin murni bergerak turun.