Review 2027 Mitsubishi Eclipse Sportback EV: Harga Premium untuk Rebadge Nissan Leaf

Penulis: Aditya Nugraha  •  Senin, 17 Agustus 2026 | 23:23:01 WIB
Prototipe 2027 Mitsubishi Eclipse Sportback EV terpajang di area pameran Kalimantan Timur.

KALIMANTAN TIMUR — Kami mendapat kesempatan melihat langsung prototipe 2027 Mitsubishi Eclipse Sportback EV, dan kesan pertama yang muncul bukan soal desainnya yang sporty, melainkan fakta bahwa ini sebenarnya adalah Nissan Leaf yang dirombak total bagian depannya. Mitsubishi memutuskan menghidupkan kembali nama ikonik Eclipse—yang dulu melekat pada coupe sport—untuk ditempelkan pada crossover listrik lima pintu. Keputusan ini berani, tapi juga memicu pertanyaan besar soal nilai jualnya di kelas EV yang sudah ramai.

Desain: Wajah Baru Mitsubishi, DNA Nissan di Bawah Kulit

Dari sisi eksterior, Mitsubishi berusaha keras memberi identitas sendiri. Gril khas Dynamic Shield versi terbaru, lampu utama LED yang lebih tajam, dan garis bodi yang sedikit diubah membuat Eclipse Sportback terlihat berbeda dari Leaf standar. Namun begitu Anda melihat profil samping dan bagian belakang, siluet khas Leaf langsung terlihat jelas.

Ini bukan hal yang buruk—Leaf adalah mobil yang matang secara desain—tapi untuk harga premium yang diminta Mitsubishi, ekspektasi terhadap orisinalitas tentu lebih tinggi. Yang menarik, Mitsubishi justru tidak banyak mengubah bagian belakang, sehingga kesan "rebadge" cukup terasa bagi pengamat otomotif yang jeli.

Spesifikasi: Satu Motor, Satu Varian, Satu Paket Opsi

Mitsubishi menyederhanakan strategi penjualannya secara ekstrem. Eclipse Sportback hanya tersedia dalam satu trim level, dengan satu pilihan paket bernama Technology Package. Paket ini menambahkan:

  • Atap kaca panoramik
  • Power liftgate
  • Sistem audio premium Bose 10 speaker
  • Roof rails untuk rak atau box kargo

Di bawah kap, tidak ada yang berubah dari Leaf: satu motor listrik bertenaga 214 hp yang menggerakkan roda depan. Angka ini sebenarnya cukup sehat untuk ukuran crossover listrik, dan pengalaman berkendara Nissan—yang sudah teruji—menjadi fondasi yang solid. Namun tanpa opsi all-wheel drive atau varian performa lebih tinggi, posisinya di segmen EV terasa terbatas.

Keputusan Menyederhanakan: Praktis atau Kurang Fleksibel?

Strategi satu varian ini bisa dibaca dua arah. Di satu sisi, konsumen tidak perlu pusing memilih—semua fitur penting sudah standar. Di sisi lain, pembeli yang ingin EV dengan penggerak all-wheel drive atau baterai lebih besar tidak punya pilihan sama sekali. Ini keputusan yang berani di tengah pasar yang semakin terdiferensiasi, di mana kompetitor menawarkan banyak varian dengan rentang harga lebar.

Untuk pasar Indonesia, pendekatan ini berisiko. Pembeli lokal terbiasa dengan pilihan varian yang fleksibel, dan harga OTR yang kompetitif menjadi faktor penentu utama.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli

Ada beberapa catatan penting yang perlu Anda pertimbangkan sebelum mengeluarkan uang puluhan juta rupiah untuk mobil ini:

  • Faktor rebadge: Anda membayar lebih untuk logo Mitsubishi pada mobil yang secara fundamental adalah Nissan Leaf. Pastikan selisih harganya sepadan dengan perbedaan desain dan garansi yang ditawarkan.
  • Hanya FWD: Tidak ada varian e-4ORCE (all-wheel drive) seperti di Nissan Ariya. Untuk pengguna yang sering melewati jalan licin atau menanjak, ini bisa jadi pertimbangan.
  • Eksekusi nama: Eclipse adalah nama legendaris di dunia otomotif—meletakkannya pada crossover listrik berbasis Leaf adalah langkah kontroversial yang bisa memecah penggemar setia Mitsubishi.

Verdict: Untuk Siapa Mobil Ini?

Eclipse Sportback adalah pilihan menarik bagi mereka yang menginginkan EV Nissan yang sudah teruji keandalannya, tapi ingin tampil beda dengan desain yang lebih segar dan identitas merek yang lebih berkarakter. Jika Anda tidak masalah dengan basis Leaf dan lebih mementingkan kepraktisan serta jaringan servis yang sudah mapan, mobil ini layak masuk daftar pendek.

Namun bagi pembeli yang mencari nilai terbaik atau performa EV yang lebih bertenaga, ada banyak alternatif yang lebih menarik di kelasnya. Mitsubishi perlu membuktikan bahwa harga premiumnya sepadan—bukan hanya lewat desain, tapi juga lewat pengalaman kepemilikan yang lebih baik dari Leaf yang menjadi basisnya.

Reporter: Aditya Nugraha
Sumber: caranddriver.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top