KALIMANTAN TIMUR — Razer kembali memanjakan pemain game hardcore lewat mouse terbarunya, Naga V3 Pro. Produk ini bukan sekadar penyegaran kecil; Razer menambahkan tiga tombol konfigurasi baru sehingga total tombol yang bisa diprogram mencapai 23, plus memperkuat daya tahan switch optik generasi keempatnya hingga klaim 100 juta klik. Bagi pemain yang selama ini bergelut dengan belasan keybind di game seperti World of Warcraft atau Heroes of the Storm, tambahan input ini terasa signifikan.
Salah satu hal yang paling menonjol saat pertama kali dipegang adalah scroll wheel anyarnya. Razer menyematkan teknologi HyperScroll Tilt Wheel Gen-2 dengan empat mode: free-spin yang bisa berputar bebas, tactile standar, precision tactile dengan haptic feedback untuk perpindahan senjata yang lebih presisi, dan Smart-Reel yang bisa diatur otomatis. Ini berbeda dari scroll wheel mouse lain yang pernah diuji, dan terasa langsung berguna saat berpindah item di hotbar.
Side plate magnetisnya juga mendapat peningkatan. Gaya magnetnya terasa lebih kuat, membuat plate tidak goyah saat ditekan. Untuk pengguna yang baru beralih ke mouse dengan banyak tombol, perlu adaptasi. Ulasan dari pengguna di Windows Central menyebutkan bahwa plate 6 tombol terasa paling pas karena profil tombolnya lebih mudah dihafal, sementara plate 12 tombol membutuhkan kelenturan ibu jari ekstra untuk menjangkau baris paling belakang.
Dalam pengujian langsung untuk game seperti Age of Empires, mouse ini terasa transformatif. Kemampuan memetakan shortcut untuk memilih unit atau memanggil pasukan langsung dari mouse mengurangi ketergantungan pada keyboard. Untuk pemain yang terbiasa dengan kontrol konsol, memencet tombol di mouse terasa lebih intuitif daripada meraih tombol angka di keyboard.
Perangkat lunak Razer Synapse tetap menjadi nilai jual utama. Semua tombol, profil per game, hingga pencahayaan RGB 3 zona bisa diatur dengan cepat. Namun, ada satu fitur yang terasa kurang berguna: tombol AI assistant yang default-nya memicu prompt Copilot. Fitur ini bisa dimatikan, tetapi kehadirannya dianggap sebagai "hiasan ruang rapat" yang belum relevan untuk kebutuhan gaming saat ini.
Razer Naga V3 Pro dibanderol US$179,99 (sekitar Rp2,9 juta) dan mulai dijual global pada 11 Agustus 2026. Harga ini menempatkannya di jajaran mouse premium, dan perlu dicatat bahwa Mouse Dock Pro serta HyperPolling Dongle dijual terpisah.
Dengan harga hampir US$180, mouse ini bukan untuk semua orang. Naga V3 Pro jelas ditujukan untuk pemain yang serius di game dengan kontrol kompleks—MMORPG, RTS, atau MOBA—dan ingin memindahkan sebagian besar input dari keyboard ke mouse. Jika Anda tipe pemain yang malas mengatur keybind atau punya tangan kecil yang kurang nyaman dengan punggung mouse yang tinggi, produk ini mungkin bukan pilihan ideal. Namun bagi penggemar konfigurasi ekstrem, belum ada mouse lain yang menawarkan fleksibilitas dan performa sebesar ini di pasar saat ini. Bagi gamer Indonesia, produk ini bisa menjadi incaran, tetapi perlu mempertimbangkan biaya tambahan untuk aksesori dock jika ingin memaksimalkan polling rate-nya.