Harga Kripto 24 Juni 2026: Pasar Bearish di Pagi Hari, Investor Indonesia Wajib Pantau Level Kunci BTC dan ETH

Penulis: Aditya Nugraha  •  Rabu, 24 Juni 2026 | 07:51:01 WIB
Papan perdagangan kripto pagi ini menunjukkan koreksi signifikan di hampir seluruh aset digital utama.

Pagi hari di Jakarta, langit mendung sepertinya tak hanya menyelimuti ibu kota. Pantauan harga kripto per pukul 07.32 WIB menunjukkan layar merah menghiasi hampir seluruh papan perdagangan. Bagi investor ritel yang baru saja menikmati kopi pagi, melihat portofolio yang terkoreksi mungkin terasa pahit. Tapi bagi yang paham siklus, pagi yang suram ini bisa jadi awal dari peluang yang manis.

Peta Merah di Papan Perdagangan: Siapa Paling Terpukul?

Data real-time menunjukkan koreksi merata, namun beberapa koin terkena pukulan lebih keras. Ethereum (ETH) menjadi yang terdepan dalam daftar merah dengan penurunan 2,96% ke Rp 29,86 juta. Ini level terendah ETH dalam sepekan terakhir, mendekati zona support kritis di Rp 29,5 juta. Jika tembus, bukan tak mungkin ETH menguji Rp 28 juta dalam waktu dekat.

Cardano (ADA) dan Dogecoin (DOGE) justru menjadi yang paling menderita. ADA ambles 3,47% ke Rp 2.722, sementara DOGE merosot 3,24% ke Rp 1.416. Keduanya adalah koin dengan kapitalisasi pasar menengah yang biasanya paling sensitif terhadap perubahan sentimen. Sementara itu, Solana (SOL) turun 2% ke Rp 1,25 juta, BNB melemah 1,48% ke Rp 10,37 juta, dan XRP serta TRON hanya terkoreksi tipis di kisaran 1%.

Mengapa Pasar Tertekan Pagi Ini?

Yang menarik, tidak ada berita negatif spesifik yang mendorong koreksi ini. Ini lebih kepada profit-taking alami setelah akhir pekan lalu BTC sempat menyentuh Rp 1,15 miliar. Investor institusi dan whale cenderung mengurangi eksposur menjelang akhir kuartal kedua. Faktor kedua adalah antisipasi data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS yang akan dirilis Jumat nanti—indikator inflasi favorit The Fed. Jika angka PCE lebih tinggi dari ekspektasi, tekanan jual bisa berlanjut.

Bagi investor Indonesia, penting untuk memahami bahwa koreksi seperti ini adalah pola musiman. Data historis menunjukkan Juni cenderung menjadi bulan yang lemah untuk kripto, sebelum biasanya menguat kembali di Juli-Agustus.

Koin yang Layak Dipantau: Bukan Sekadar Harga Murah

Di tengah lautan merah, ada beberapa koin yang justru menarik untuk diamati. Bitcoin tetap menjadi raja—jika BTC mampu bertahan di atas Rp 1,1 miliar dalam 48 jam ke depan, ini sinyal bullish bahwa support sedang diuji. Ethereum juga menarik karena koreksinya yang dalam bisa jadi koreksi sehat sebelum potensi penguatan pasca-pengumuman ETF ETH spot di AS.

Yang paling menarik justru XRP dan TRON. Keduanya hanya terkoreksi tipis (masing-masing 1,01% dan 1,04%), menunjukkan resistensi yang lebih kuat terhadap tekanan jual. XRP di Rp 19.896 masih dalam tren sideways yang solid, sementara TRON di Rp 5.891 justru menunjukkan pola akumulasi. Bagi investor dengan profil risiko moderat, dua koin ini layak masuk daftar pantau.

Strategi untuk Investor Indonesia: Jangan Panik, Siapkan Likuiditas

Bagi investor ritel di Indonesia, pagi yang bearish ini bukan waktunya panik jual. Justru sebaliknya: ini momen untuk menyiapkan daftar beli. Exchange lokal seperti Indodax, Tokocrypto, dan Pintu masih menjadi pilihan utama dengan likuiditas yang baik untuk pair IDR. Pastikan kamu sudah verifikasi akun dan dana tersedia, karena peluang biasanya datang cepat dan pergi lebih cepat.

Strategi yang paling bijak saat pasar seperti ini adalah Dollar Cost Averaging (DCA) pada koin-koin besar seperti BTC dan ETH. Jangan mencoba menangkap harga terendah—itu hanya mitos. Beli di kisaran harga yang nyaman, dan tunggu siklus berikutnya. Untuk investor dengan modal terbatas, perhatikan koin seperti ADA dan SOL yang turun cukup dalam—potensi rebound-nya lebih tinggi, namun risikonya juga proporsional.

Disclaimer: Artikel ini adalah analisis pasar dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan investasi.

Reporter: Aditya Nugraha
Back to top