SANGATTA — Tim Duta Pelajar Sadar Hukum dari SMA Prima YPPSB berhasil menyabet gelar juara pertama tingkat Kabupaten Kutai Timur tahun 2026. Kemenangan ini diraih berkat sebuah game interaktif buatan mereka yang menggunakan platform Godot, sebuah mesin pengembangan gim sumber terbuka.
Para siswa merancang gim ini bukan sekadar untuk kompetisi. Mereka menyematkan skenario-skenario yang kerap memicu tawuran, perundungan, hingga tekanan teman sebaya. Pemain diajak mengambil keputusan dalam situasi sulit yang biasa dihadapi remaja, lalu melihat konsekuensi dari setiap pilihan.
“Lewat gim ini, kami ingin teman-teman belajar tanpa merasa digurui. Mereka bisa mengalami sendiri dampak dari keputusan yang salah,” ujar salah satu anggota tim, Senin lalu.
Alih-alih sekadar kuis atau poster digital, game Godot buatan SMA Prima YPPSB menghadirkan simulasi interaktif. Pemain harus melewati level-level yang menguji pemahaman mereka tentang aturan hukum, hak asasi manusia, dan konsekuensi pidana bagi pelaku kekerasan.
Penggunaan Godot dipilih karena ringan dan bisa dijalankan di perangkat dengan spesifikasi rendah. Ini penting mengingat tidak semua siswa memiliki gawai canggih. Tim juga merancang antarmuka berbahasa Indonesia agar lebih mudah dicerna pelajar di Kutim.
Kepala SMA Prima YPPSB mengatakan pihaknya berencana mengintegrasikan game ini ke dalam program pembinaan kesiswaan. Tidak menutup kemungkinan gim tersebut akan dibagikan ke sekolah-sekolah lain di Kutai Timur sebagai bagian dari edukasi sadar hukum.
“Kami melihat potensi besar. Anak-anak lebih reseptif kalau belajarnya sambil bermain. Ini bisa jadi model baru untuk pencegahan kenakalan remaja,” katanya.
Setelah memenangkan kompetisi tingkat kabupaten, tim SMA Prima YPPSB akan mewakili Kutai Timur ke tingkat provinsi Kalimantan Timur. Mereka tengah menyempurnakan konten game, termasuk menambahkan studi kasus dari putusan pengadilan anak yang nyata.
Pihak Dinas Pendidikan setempat menyambut baik inovasi ini. Mereka menilai pendekatan berbasis gim lebih relevan dengan keseharian generasi Z yang akrab dengan layar sentuh dan aplikasi.