BONTANG — Ratusan calon siswa di Kota Bontang harus menerima kenyataan pahit di awal musim pendaftaran sekolah. Dari total 1.700 lulusan SMP yang mendaftar, hanya 996 kursi yang tersedia di seluruh SMA dan SMK negeri se-Kota Bontang. Artinya, hampir separuh dari jumlah pendaftar dipastikan tidak tertampung di sekolah negeri pada tahun ajaran 2026/2027.
Pendaftaran SPMB tahap pertama ini mencakup dua jalur utama, yaitu jalur zonasi dan jalur afirmasi. Jalur zonasi diperuntukkan bagi calon siswa yang berdomisili di radius terdekat dengan sekolah tujuan, sementara jalur afirmasi dikhususkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu dan penyandang disabilitas. Kedua jalur ini menjadi gerbang awal bagi para lulusan SMP untuk bisa melanjutkan pendidikan di sekolah negeri.
Ketimpangan antara jumlah pendaftar dan daya tampung ini bukanlah fenomena baru di Bontang. Sebagai kota dengan pertumbuhan industri yang pesat, arus urbanisasi turut mendorong peningkatan jumlah lulusan SMP setiap tahunnya. Sementara itu, pembangunan unit sekolah baru belum mampu mengejar laju pertambahan jumlah siswa. Kondisi ini memicu persaingan ketat yang kerap kali membuat calon siswa dan orang tua harus mencari alternatif ke sekolah swasta atau madrasah.
Bagi calon siswa yang tidak lolos di tahap pertama, masih ada peluang di tahap pendaftaran berikutnya. Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang biasanya akan membuka jalur perpindahan tugas orang tua dan jalur prestasi di tahap kedua. Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong calon siswa untuk mempertimbangkan sekolah swasta yang tersebar di berbagai kecamatan. Beberapa sekolah swasta di Bontang bahkan menawarkan program beasiswa bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.
Setelah masa pendaftaran ditutup, proses seleksi akan dilakukan secara sistem oleh Dinas Pendidikan. Pengumuman hasil seleksi tahap pertama dijadwalkan keluar pada pekan depan. Calon siswa yang dinyatakan lolos wajib melakukan daftar ulang secara online untuk mengonfirmasi tempat duduk mereka. Sementara itu, bagi yang belum berhasil, disarankan untuk segera menyiapkan dokumen untuk pendaftaran tahap kedua yang diperkirakan dibuka dua minggu setelah pengumuman.