Dinkes Kaltim Ungkap Ketimpangan Sebaran 41.916 Nakes, Mahulu Hanya Punya 905 Orang

Penulis: Chandra Kusuma  •  Jumat, 19 Juni 2026 | 19:30:31 WIB
Sebaran 41.916 tenaga kesehatan di Kaltim menunjukkan ketimpangan signifikan antar wilayah.

SAMARINDA — Sebanyak 41.916 tenaga kesehatan (nakes) di Kalimantan Timur tengah dioptimalkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat untuk meningkatkan mutu pelayanan. Namun, Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin mengakui bahwa sebaran sumber daya manusia (SDM) bidang kesehatan masih timpang antarwilayah.

Samarinda dan Balikpapan Kuasai Separuh Nakes Kaltim

Berdasarkan data ketersediaan tenaga medis, Kota Samarinda menjadi wilayah dengan jumlah nakes terbanyak, yakni 9.635 orang. Posisi kedua ditempati Kota Balikpapan dengan 9.489 orang. Dua kota ini menguasai hampir separuh total nakes di provinsi tersebut.

Kabupaten Kutai Kartanegara berada di urutan ketiga dengan 5.200 nakes. Sementara itu, Kabupaten Kutai Timur baru memiliki 4.212 tenaga medis untuk melayani masyarakatnya.

Mahakam Ulu Hanya 905 Nakes, PPU di Bawah 2.000

Kondisi paling timpang terjadi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Kabupaten Mahakam Ulu tercatat sebagai daerah dengan jumlah SDM kesehatan paling sedikit di seluruh Kaltim, yakni hanya 905 orang.

Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), yang sebagian wilayahnya menjadi kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), baru didukung oleh 1.763 tenaga kesehatan. Angka ini tidak jauh berbeda dengan Kabupaten Paser (2.974), Berau (2.724), Kota Bontang (2.508), dan Kutai Barat (2.506).

Proporsi Dokter Umum Baru 2.348 Orang dari Total Nakes

"Secara keseluruhan dari total puluhan ribu pekerja tersebut, proporsi jumlah dokter umum di Kaltim baru menyentuh angka 2.348 orang," ungkap Jaya di Samarinda, Kamis.

Ketersediaan tenaga spesialis dokter gigi juga masih minim, baru berjumlah 651 orang. Sebagian besar nakes di Kaltim masih didominasi oleh tenaga perawat dan tenaga fungsional kesehatan lainnya.

Pemerataan Masih Terus Diupayakan ke Wilayah 3T

Jaya menambahkan bahwa pihaknya terus menggenjot sebaran tenaga medis, khususnya pada fasilitas puskesmas di daerah 3T. "Pemenuhan dan pemerataan tenaga kesehatan masih kami upayakan dan ini juga didukung pemerintah pusat," katanya.

Upaya ini menjadi krusial mengingat disparitas jumlah nakes yang sangat lebar antara kota besar dan kabupaten terpencil di Kalimantan Timur.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top