Saham BitGo Meroket 20% Setelah Buyback Rp 800 Miliar, Tapi Masih 65% di Bawah Harga IPO

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Kamis, 18 Juni 2026 | 02:11:01 WIB
Saham BitGo naik 20% setelah program buyback senilai Rp 800 miliar diumumkan.

BitGo mengotorisasi pembelian kembali saham biasa hingga US$50 juta (setara Rp 800 miliar), atau sekitar 8% dari total saham beredar. CFO Ed Reginelli menyebut otorisasi ini mencerminkan kepercayaan dewan terhadap prospek bisnis jangka panjang perusahaan.

Program buyback berlaku efektif segera tanpa batas waktu kedaluwarsa. Saham akan dibeli melalui pembukaan pasar, negosiasi swasta, dan transaksi blok.

Koreksi 65% dalam Lima Bulan

Meski melonjak, harga saham BitGo masih terperosok di level US$6,07 — jauh dari harga IPO US$18 pada Januari. Penurunan ini mencerminkan meredupnya euforia investor terhadap saham berbasis aset digital setelah gelombang IPO kripto tahun lalu.

Bitcoin pun ikut limbung. Volume perdagangan di bursa kripto global turun 3,45% pada Mei menjadi US$4,41 triliun, level terendah sejak September 2024. Satu-satunya sektor yang tumbuh adalah derivatif aset dunia nyata (RWA) yang naik 10,4% ke rekor tertinggi.

Kripto Kalah Pamor dari Saham AI

Investor kini lebih tertarik pada saham kecerdasan buatan ketimbang aset digital. Beberapa perusahaan kripto seperti Kraken dan Consensys bahkan menghentikan rencana IPO mereka karena pasar yang bergejolak.

BitGo sendiri bergerak di bidang kustodi, trading, staking, dan settlement aset digital. Perusahaan juga menerbitkan USD1, stablecoin dolar AS yang terafiliasi dengan proyek World Liberty Financial milik keluarga Trump.

Ekspansi Regulasi Eropa Jadi Jurus Baru

Di tengah tekanan pasar, BitGo gencar mempromosikan platform infrastruktur berlisensi BaFin Jerman. Layanan ini ditawarkan kepada perusahaan yang perlu beradaptasi dengan kerangka regulasi aset digital Uni Eropa (MiCA) sebelum tenggat lisensi akhir bulan ini.

Langkah ini menjadi strategi diferensiasi BitGo di tengah lesunya sentimen investor. Namun, buyback senilai US$50 juta — setara dengan kapitalisasi pasar yang tergerus miliaran dolar — terlihat lebih sebagai plester luka daripada solusi fundamental.

Pertanyaan besarnya: apakah pasar akan kembali percaya pada saham kripto, atau tren AI akan terus menggerus minat terhadap sektor ini?

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: coindesk.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top