BKKBN Kaltim Optimalkan Data Penerima Makan Bergizi Gratis 3B, Targetkan Prevalensi Stunting Turun ke 18,4 Persen pada 2025

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Rabu, 17 Juni 2026 | 20:03:31 WIB
BKKBN Kaltim gunakan data by name by address untuk distribusi makanan bergizi tepat sasaran.

SAMARINDA — Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Kaltim Sunarto menyatakan bahwa data penerima manfaat MBG 3B kini telah berbasis by name by address. Data tersebut menjadi acuan bagi petugas lapangan dan penyuluh KB di masing-masing wilayah untuk mendistribusikan makanan bergizi secara tepat sasaran.

"Data 3B yang kami miliki berdasarkan by name by address, sehingga pihak terkait kemudian berkoordinasi dengan petugas lapangan atau penyuluh KB dalam distribusi MBG 3B di wilayah masing-masing," kata Sunarto di Samarinda, Rabu.

Validasi Data Berkala oleh Penyuluh KB

Dalam pelaksanaannya, Penyuluh Keluarga Berencana atau Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PKB/PLKB) bersama mitra secara berkala memvalidasi data sasaran 3B. Hasil validasi itu kemudian disampaikan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai dasar distribusi.

Menurut Sunarto, pemenuhan gizi seimbang dan teratur bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita menjadi salah satu cara mengatasi stunting. Kelompok sasaran paling efektif adalah anak di bawah dua tahun, bukan sekadar balita pada umumnya.

Dua Intervensi Penanganan Stunting

Dalam penanganan stunting, setidaknya ada dua intervensi yang bisa dilakukan. Pertama, intervensi spesifik berupa tindakan langsung terkait asupan gizi dan kesehatan, seperti pemberian makanan bergizi dan suplementasi vitamin. Kedua, intervensi sensitif yang bersifat tidak langsung, seperti perbaikan sanitasi dan edukasi ke masyarakat tentang pencegahan stunting.

Sebaran Penerima Manfaat di 9 Kabupaten/Kota

Berdasarkan data hingga 9 Juni 2026, jumlah penerima manfaat MBG 3B di Kaltim mencapai 68.256 orang, tersebar di sembilan kabupaten/kota. Hanya Kabupaten Mahakam Ulu yang belum tercatat sebagai penerima.

Rinciannya, Kabupaten Paser memiliki 1.602 penerima dengan distribusi dibantu empat kader Tim Pendamping Keluarga (TPK). Kabupaten Kutai Kartanegara mencatat 15.731 penerima dengan 83 kader TPK. Kabupaten Berau memiliki 4.764 penerima yang didistribusikan oleh 33 kader TPK.

Kabupaten Kutai Barat tercatat 910 penerima, namun belum ada data kader distribusi. Kutai Timur memiliki 6.082 penerima dengan 38 kader TPK. Kabupaten Penajam Paser Utara terdapat 3.840 penerima yang didistribusikan oleh 11 kader TPK.

Untuk wilayah perkotaan, Kota Balikpapan mencatat 10.498 penerima dengan 120 kader TPK. Kota Samarinda menjadi yang tertinggi dengan 17.436 penerima yang didistribusikan oleh 200 kader TPK. Kota Bontang memiliki 7.411 penerima dengan 132 kader TPK.

Distribusi Melibatkan Kader TPK

Kader TPK menjadi ujung tombak distribusi makanan bergizi di lapangan. Mereka bertugas memastikan paket makanan sampai ke tangan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang terdaftar. Koordinasi antara penyuluh KB, SPPG, dan kader TPK menjadi kunci agar tidak ada sasaran yang terlewat.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top