KALIMANTAN TIMUR — Ribuan petugas PLN di Jawa Timur kini tak lagi sepenuhnya bergantung pada kendaraan berbahan bakar minyak. Sebanyak 500 unit motor listrik Polytron FOX 350 telah didistribusikan ke berbagai wilayah kerja, mulai dari Surabaya hingga Jember dan Kediri.
Motor-motor ini akan digunakan untuk menunjang aktivitas harian, seperti layanan kelistrikan dan pembacaan meter pelanggan. General Manager PLN UID Jawa Timur, Ahmad Mustaqir, mengatakan langkah ini merupakan bukti nyata komitmen perusahaan terhadap energi bersih.
"Transformasi menuju energi bersih harus dimulai dari langkah nyata. Melalui penggunaan motor listrik dalam aktivitas operasional sehari-hari, kami ingin menunjukkan bahwa kendaraan listrik dapat diandalkan, aman, dan efisien untuk berbagai kebutuhan," ujarnya.
PLN menghitung, penggantian kendaraan konvensional dengan motor listrik secara masif oleh petugas lapangan selama lima tahun berpotensi menekan emisi karbon hingga 28.814 ton CO?. Angka ini setara dengan penyerapan emisi oleh ribuan pohon dalam kurun waktu yang sama.
Head of Group Product EV 2-Wheels Polytron, Ilman Fachrian Fadly, menilai kepercayaan PLN terhadap FOX 350 menjadi bukti bahwa motor listrik buatan dalam negeri mampu bersaing. "Penggunaan 500 unit FOX 350 oleh PLN UID Jawa Timur menjadi pengakuan atas kualitas dan keandalan kendaraan listrik kami untuk mendukung aktivitas lapangan yang intensif," kata Ilman.
Motor listrik FOX 350 dibekali fitur modern seperti sistem keyless, konektivitas smartphone, regenerative braking, cruise control, hingga hill start assist. Fitur-fitur ini dirancang untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan petugas yang sehari-hari bergerak di lapangan.
Polytron juga menawarkan fleksibilitas kepemilikan melalui skema pembelian langsung maupun sewa baterai. Opsi ini diharapkan bisa memperluas akses masyarakat terhadap kendaraan listrik dengan biaya awal yang lebih terjangkau.
Kolaborasi antara PLN dan Polytron ini diharapkan mampu mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional. Selain itu, langkah ini juga menjadi contoh konkret penerapan teknologi ramah lingkungan dalam operasional layanan publik di Indonesia.