Relawan Sebut Jokowi Akan Blusukan demi Dorong PSI ke Senayan pada Pemilu 2029

Penulis: Aditya Nugraha  •  Senin, 15 Juni 2026 | 13:41:01 WIB
Jokowi dijadwalkan blusukan untuk mendukung PSI agar lolos ke DPR RI pada Pemilu 2029.

KALIMANTAN TIMUR — Relly Reagen menyampaikan hal itu usai menemui Jokowi di kediamannya di Sumber, Solo, Jawa Tengah, Senin (15/6). Menurutnya, keterlibatan langsung orang nomor satu di era 2014–2024 itu diharapkan bisa mengantar PSI yang saat ini diketuai putra bungsunya, Kaesang Pangarep, untuk duduk di DPR RI.

"Betul, untuk mendorong PSI bisa duduk di DPR RI, Senayan," kata Relly dalam pernyataan yang diterima media.

Target Ambang Batas Parlemen 2029

Pada Pemilu 2024, PSI tercatat gagal melenggang ke Senayan. Partai berlambang mawar itu hanya meraih suara nasional di bawah ambang batas parlementer (parliamentary threshold) sebesar 4 persen. Kondisi itu menjadi pekerjaan rumah besar bagi Kaesang dan jajarannya untuk Pemilu 2029.

Relly menambahkan, selain Jokowi yang turun tangan langsung, PSI juga gencar merekrut sejumlah politisi dari partai-partai lain. Ia menyebutkan mantan kepala daerah, mantan anggota DPR, dan mantan anggota DPD akan bergabung ke partai tersebut.

"Kan banyak mantan kepala daerah, mantan DPR, mantan DPD yang akan bergabung (ke PSI)," ujar Relly.

Dukungan Penuh untuk Prabowo-Gibran

Lebih lanjut, Relly menegaskan bahwa PSI dan relawan akan tetap mendukung pasangan Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2029. Gibran, yang merupakan putra sulung Jokowi, kini menjabat sebagai Wakil Presiden mendampingi Prabowo.

"2029 PSI tetap bersama Pak Prabowo - Gibran lah," tegasnya.

Pernyataan ini sekaligus mengonfirmasi arah koalisi yang akan diusung oleh PSI dan jaringan relawan Jokowi dalam kontestasi politik lima tahun mendatang. Blusukan Jokowi sendiri dikenal sebagai gaya politik khas yang efektif untuk menjaring simpati publik, terutama di daerah-daerah basis pemilih.

Reporter: Aditya Nugraha
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top