SMAN 1 Bontang Juara LCC 4 Pilar MPR Tingkat Kaltim, Wakili Provinsi ke Jakarta Usai Kalahkan 8 Sekolah

Penulis: Aditya Nugraha  •  Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40:01 WIB
Tim SMAN 1 Bontang meraih juara LCC 4 Pilar MPR tingkat Kaltim dan siap berlaga di tingkat nasional.

BONTANG — Perjuangan SMAN 1 Bontang menuju panggung nasional dimulai dari babak penyisihan yang ketat. Sembilan sekolah yang lolos dari tingkat kota/kabupaten bertarung di tingkat provinsi, termasuk SMAN 1 Tenggarong, SMAN 10 Samarinda, MAN Kutai Barat, SMAN 2 Berau, SMAN 1 Sangatta Utara, SMKN 1 Bontang, SMA Nasional KPS, dan MAN Insan Cendekia Paser.

Tiga Babak Penyisihan: Dari Wawasan Empat Pilar hingga Sesi Rebutan

Kompetisi terbagi dalam tiga sesi. Sesi pertama, 'Wawasan Empat Pilar', menguji kecepatan dan ketepatan setiap tim menjawab pertanyaan secara bergiliran. Sesi kedua, 'Tematik', menuntut kerja sama tim dalam menyampaikan argumen pro dan kontra terhadap studi kasus yang ditentukan lewat undian spin acak. Sesi terakhir, 'Rebutan', menjadi ujian pamungkas yang mengadu ketangkasan individu tanpa bantuan rekan setim.

Babak penyisihan pertama dimenangkan Grup C (SMAN Sangatta Utara) dengan 80 poin, mengalahkan Grup A (SMAN 10 Samarinda, 55 poin) dan Grup B (SMA Nasional KPS, 40 poin). Penyisihan kedua jadi milik Grup C (SMAN 1 Bontang) dengan 105 poin, unggul atas Grup B (SMAN 1 Tenggarong, 80 poin) dan Grup A (SMAN 2 Berau, 35 poin). Penyisihan ketiga dimenangkan Grup C (MAN Insan Cendekia Paser) dengan 100 poin, mengalahkan Grup B (SMKN 1 Bontang, 70 poin) dan Grup A (MAN Kutai Barat, 40 poin).

Final Sengit: SMAN 1 Bontang Kunci Tiket ke Jakarta dengan 95 Poin

Tiga sekolah yang tersisa—SMAN Sangatta Utara, SMAN 1 Bontang, dan MAN Insan Cendekia Paser—bertarung di babak final. Atmosfer kompetisi memanas, diwarnai sorak-sorai penonton dan momen haru saat peserta kehilangan poin. Dewan Juri dari Universitas Mulawarman (UNMUL), Alim Salamah, mengumumkan SMAN 1 Bontang sebagai pemenang dengan perolehan 95 poin, mengalahkan MAN Insan Cendekia Paser (90 poin) dan SMAN 1 Sangatta Utara (60 poin).

Persiapan Mepet: Baru Gencar Belajar Tiga Hari Sebelum Lomba

Perwakilan tim SMAN 1 Bontang, Khairunnisa, mengakui waktu persiapan yang singkat dan berbenturan dengan jadwal ujian semester. Meski fokus sempat terpecah, mereka tetap konsisten melakukan penguasaan materi di hari-hari terakhir. "Tadi malam adalah perjuangan yang sesungguhnya, karena ada yang cuman tidur satu jam, ada yang cuman tidur dua jam," ungkap Khairunnisa.

Tim sebenarnya sudah mulai persiapan sejak sebulan lalu, namun intensitas latihan baru ditingkatkan tiga hari terakhir melalui simulasi dan pembedahan pasal-pasal. Mereka menerapkan metode saling menyimak hafalan secara bergantian untuk mendeteksi dan menutupi kekurangan masing-masing anggota. "Kita mengutamakan konsistensi dan saling memberikan bantuan satu sama lain," kata Khairunnisa.

Target di Jakarta: Tambah Porsi Belajar dan Perkuat Solidaritas

Menghadapi tingkat nasional, Khairunnisa menyebut persiapan harus jauh lebih matang. "Mungkin nanti porsi belajar kita lebih kita tambah lagi, kemudian solidaritas kita juga saling mendukung satu sama lain, dan dari jam latihan itu sendiri," tuturnya.

Guru Pendamping sekaligus Guru PPKN SMAN 1 Bontang, Miftahul Fadli Sudirman, menambahkan bahwa peta persaingan tahun ini sangat dinamis. Ketiga sekolah yang masuk babak final—termasuk SMAN 1 Bontang—bukanlah finalis tahun lalu dan bahkan tidak ikut serta dalam edisi sebelumnya. SMAN 1 Bontang sempat tertinggal dalam perolehan poin, namun berkat kerja keras dan sedikit keberuntungan, mereka berhasil mengejar hingga keluar sebagai juara.

Reporter: Aditya Nugraha
Sumber: news.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top