Huawei MatePad Mini Resmi Hadir di Indonesia, Tablet Premium 8,8 Inci Bobot Cuma 260 Gram

Penulis: Aditya Nugraha  •  Sabtu, 13 Juni 2026 | 12:07:01 WIB
Huawei MatePad Mini resmi meluncur di Indonesia dengan bobot hanya 260 gram.

KALIMANTAN TIMUR — Huawei resmi membawa tablet premium ringkas terbarunya ke pasar Indonesia. MatePad Mini, perangkat dengan layar 8,8 inci, diklaim sebagai tablet mini paling tipis dan paling ringan di dunia saat ini.

Spesifikasi Utama Huawei MatePad Mini

  • Bobot: 260 gram
  • Ketebalan: 5,2 mm
  • Layar: Flexible OLED PaperMatte 8,8 inci
  • Desain: Load-bearing beam design untuk kekuatan bodi
  • Varian warna Indonesia: Spruce Green

Fitur Unggulan: Ringan, Tipis, dan Layar PaperMatte

Dengan bobot setara setengah kilogram lebih ringan dari tablet 10 inci pada umumnya, MatePad Mini dirancang untuk kenyamanan genggaman satu tangan. Huawei menggunakan teknologi layar Flexible OLED PaperMatte yang diklaim mengurangi pantulan cahaya, sehingga lebih nyaman untuk membaca dan mencatat dalam waktu lama.

Untuk menjaga kekuatan bodi meski setipis pensil, Huawei menerapkan rangka penguat atau load-bearing beam design. Ini menjadi nilai lebih bagi pengguna yang sering bepergian dan khawatir perangkat bengkok di dalam tas.

Harga dan Ketersediaan di Indonesia

Hingga berita ini diturunkan, Huawei belum mengumumkan harga resmi MatePad Mini untuk pasar Indonesia. Tablet ini akan tersedia dalam warna Spruce Green. Informasi lebih lanjut mengenai jadwal penjualan dan banderol harga diperkirakan akan diumumkan dalam waktu dekat.

Posisi di Pasar: Antara Ponsel Besar dan Tablet Standar

MatePad Mini mengisi celah yang selama ini jarang tersentuh: perangkat dengan layar lebih luas dari ponsel flagship (yang kini rata-rata 6,7-7 inci) namun jauh lebih ringan dibawa dibanding tablet 11 inci. Huawei menyasar pengguna yang membutuhkan perangkat untuk multitasking, membaca dokumen, mencatat, hingga menikmati hiburan tanpa harus membawa tablet berukuran besar.

Tablet ini cocok untuk profesional yang sering bekerja mobile, mahasiswa yang perlu mencatat di kelas, atau pengguna yang ingin perangkat hiburan sekunder yang ringkas. Namun, pengguna yang sudah nyaman dengan ekosistem aplikasi Google perlu mempertimbangkan keterbatasan layanan Huawei di Indonesia.

Reporter: Aditya Nugraha
Sumber: nextren.grid.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top