PENAJAM — Manajemen Semen Indonesia Group (SIG) membuka pabriknya di Pangkep, Sulawesi Selatan, bagi lima distributor pilihan dari Kalimantan Timur, termasuk Toko Mutiara asal Penajam Paser Utara. Dalam kunjungan yang berlangsung tiga hari itu, para peserta tidak hanya diajak melihat langsung proses produksi semen, tetapi juga mendapat pemaparan mengenai peta persaingan pasar hingga proyeksi permintaan semen lima tahun ke depan.
Salah satu materi yang menjadi perhatian peserta adalah proyeksi pertumbuhan kapasitas produksi dan permintaan semen nasional hingga 2029. Para distributor juga mendapatkan gambaran mengenai perkembangan pangsa pasar para pemain industri di tengah dinamika ekonomi dan persaingan yang kian ketat.
Pemilik Toko Mutiara, Dimas Hajar Ali, menyebut sesi pemaparan itu, meski singkat, memberikan wawasan yang lebih komprehensif mengenai strategi bisnis dan arah pengembangan industri semen ke depan. "Ini menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan kepada pelanggan," kata Dimas dalam keterangan pers, Jumat (12/6/2026).
Jajaran manajemen SIG turut memaparkan perkembangan penjualan semen di berbagai wilayah Indonesia. Mereka juga menjelaskan langkah-langkah yang ditempuh perusahaan untuk beradaptasi dengan perubahan pasar, termasuk pola konsumsi dan distribusi di daerah-daerah penyangga proyek strategis nasional.
Kegiatan Factory Visit Experience ini merupakan agenda rutin SIG untuk memperkuat hubungan dengan mitra distribusi di tingkat regional. Bagi distributor seperti Toko Mutiara, pengalaman melihat langsung fasilitas produksi dan mendengar proyeksi pasar dianggap penting untuk menyusun strategi stok dan pelayanan di tingkat toko.
Keikutsertaan distributor asal PPU dalam program ini dinilai strategis. Sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), permintaan bahan bangunan di PPU dan Kalimantan Timur secara umum diperkirakan terus meningkat seiring pembangunan infrastruktur dan hunian di kawasan tersebut.
Dimas berharap kerja sama dengan Semen Tonasa dan SIG bisa terus berlanjut. "Kami berharap bisa terus menjalin kerja sama yang baik dengan Semen Tonasa dan SIG ke depannya," ujarnya.