KALIMANTAN TIMUR — Kedutaan Besar Jerman di Jakarta mengonfirmasi kunjungan tersebut dalam konferensi pers, Jumat (6/6). Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, menegaskan bahwa lawatan ini merupakan sinyal komitmen jangka panjang Jerman terhadap Indonesia.
"Kami berkomitmen untuk menjadi mitra jangka panjang dengan Indonesia yang siap mengatasi tantangan masa depan bersama," ujar Beste.
Selain pertemuan bilateral di Istana Negara, Steinmeier dijadwalkan mengunjungi Masjid Istiqlal dan Katedral Jakarta. Kedua tempat ibadah itu terhubung oleh Terowongan Silaturahmi, sebuah simbol toleransi beragama di Indonesia.
Agenda ini dipandang sebagai pesan diplomatik yang kuat. Jerman, yang memiliki sejarah panjang dalam isu kebebasan beragama, ingin menunjukkan apresiasi terhadap kerukunan umat beragama di Indonesia.
Beste menyampaikan bahwa Presiden Steinmeier akan didampingi delegasi bisnis dari berbagai sektor. Perwakilan perusahaan logistik, mobilitas, peralatan industri, serta pelaku budaya dan riset ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) ikut serta dalam rombongan.
Langkah ini menunjukkan bahwa Jerman tidak hanya mengejar kepentingan politik, tetapi juga memperkuat hubungan ekonomi. Sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Eropa, Jerman menawarkan kerja sama di bidang pembangunan berkelanjutan dan energi bersih.
"Jerman adalah mitra yang kuat dan dapat diandalkan bagi Indonesia," kata Beste menambahkan.
Dalam kunjungannya, Steinmeier juga dijadwalkan bertemu dengan komunitas intelektual dan peneliti Indonesia. Diskusi akan menyoroti cara pandang Indonesia terhadap perubahan geostrategis global.
Beste menjelaskan bahwa pertemuan itu menjadi ruang bagi kedua pihak untuk saling memahami posisi strategis masing-masing di tengah dinamika dunia yang berubah cepat. Indonesia, sebagai negara terbesar di Asia Tenggara, dinilai Jerman sebagai mitra kunci di kawasan.
Dubes Beste juga menyampaikan harapan agar Presiden Prabowo dapat melakukan kunjungan balasan ke Jerman di kemudian hari. "Kami berharap agar kunjungan Presiden Jerman kali ini dapat dibalas," ujarnya.
Kunjungan kenegaraan ini menjadi yang pertama bagi Steinmeier ke Indonesia selama masa jabatannya. Hubungan diplomatik kedua negara yang telah berjalan puluhan tahun diharapkan semakin erat, terutama di tengah persaingan global yang semakin ketat.