Jendela Transfer Sepak Bola Wanita Makin Panas, Alexia Putellas Hingga Rekor Biaya Agen Jadi Sorotan

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Kamis, 11 Juni 2026 | 03:56:01 WIB
London City Lionesses resmi mendatangkan Alexia Putellas sebagai sorotan jendela transfer sepak bola wanita musim panas.

KALIMANTAN TIMUR — Peluit akhir musim 2025-26 telah berbunyi untuk sebagian besar tim wanita di dunia. Kini perhatian beralih ke hiruk-pikuk jendela transfer musim panas yang diwarnai kenaikan gaji, biaya transfer, dan komisi agen. Data FIFA mencatat peningkatan pengeluaran global untuk biaya transfer sebesar 83,6% secara tahunan pada musim panas lalu.

London City dan Arsenal Pimpin Belanja Besar

Salah satu pergerakan paling mencolok musim lalu adalah pembelian Grace Geyoro dari Paris Saint-Germain oleh London City Lionesses senilai £1,43 juta, meskipun London City membantah angka setinggi itu. Arsenal juga mencatat sejarah dengan transfer perdana senilai £1 juta untuk mendatangkan Olivia Smith dari Liverpool.

Fenomena ini tidak berhenti di biaya transfer. Data FA Inggris yang dirilis April lalu menunjukkan, antara 4 Februari 2025 hingga 3 Februari 2026, klub WSL menghabiskan £3,8 juta untuk biaya agen. Angka ini naik 75% dibanding tahun sebelumnya, dengan Chelsea mendominasi pengeluaran lebih dari £1 juta — sepuluh kali lipat dibanding Leicester atau West Ham.

Gaji Pemain Bintang vs Anggaran Klub Kecil

Kenaikan 83,6% dan 75% tersebut jauh melampaui inflasi dan laju pertumbuhan pendapatan. Deloitte mencatat pendapatan olahraga wanita elite global hanya naik 25% tahun lalu. Sebagian besar kenaikan biaya hanya dinikmati klub-klub papan atas dan pemain bintang internasional.

Di WSL, gaji minimum pemain berusia 23 tahun ke atas adalah £42.500 per tahun. Namun, kontrak baru Khadija "Bunny" Shaw bersama Manchester City disebut-sebut mencapai £1,7 juta per tahun — lebih besar dari total pendapatan tahunan Leicester yang hanya £1,39 juta. “Angka itu mungkin pantas untuk pemegang sepatu emas WSL, tapi menunjukkan ketimpangan yang parah,” tulis laporan The Athletic.

Alexia Putellas ke London City, Ancaman bagi Klub Kecil?

Pergerakan terbesar musim panas ini adalah kesepakatan personal antara London City Lionesses dengan legenda Barcelona dan Spanyol, Alexia Putellas. Klub milik Michele Kang itu juga akan mendatangkan Mary Earps dan Mapi León dengan status bebas transfer. Chelsea memburu striker muda Swedia, Felicia Schröder, yang kemungkinan memecahkan rekor dunia untuk pemain berusia 19 tahun.

Sementara itu, klub WSL2 Durham — yang masih bisa mengalahkan London City 18 bulan lalu — justru memperingatkan akan bubar dalam waktu tiga pekan jika tidak mendapat suntikan dana untuk musim 2026-27. “Klub-klub NWSL, OL Lyon milik Kang, London City, dan tiga besar WSL (City, Arsenal, Chelsea) beroperasi di stratosfer finansial yang berbeda,” tulis laporan tersebut.

Jadwal Beda Negara, Ancaman 'Bajak' Pemain

Jendela transfer Inggris dibuka 16 Juni dan ditutup 3 September — sebelum musim baru dimulai. Namun, klub Inggris tetap waspada karena pemain mereka bisa direkrut klub negara lain setelah jendela tutup. Deadline di Amerika Serikat 7 September, sementara Prancis dan Spanyol 18 September, Jerman 1 September, dan Swedia 31 Agustus. Negara-negara lain baru membuka jendela pada Juli.

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: theguardian.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top