Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud Lepas 80 Tukik Penyu Lekang di Pantai DEB, Tegaskan Komitmen Konservasi Laut

Penulis: Endra Sanjaya  •  Senin, 08 Juni 2026 | 22:31:01 WIB
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud melepas 80 tukik penyu lekang di Pantai DEB sebagai bagian dari upaya konservasi laut.

BALIKPAPAN — Sebanyak 80 tukik penyu lekang hasil penetasan dari sekitar 160 telur yang ditemukan di kawasan pesisir Balikpapan resmi dilepasliarkan ke alam. Kegiatan yang berlangsung di Pantai Damba Enggang Borneo (DEB), Jalan Jenderal Sudirman, Stalkuda, itu dihadiri langsung oleh Wali Kota Balikpapan H. Rahmad Mas’ud dan Ketua TP PKK Kota Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas’ud.

Dalam sambutannya, Rahmad Mas’ud menekankan bahwa upaya pelestarian lingkungan tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Ia mendorong partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keberlanjutan ekosistem laut.

“Tukik yang kita lepaskan mungkin terlihat kecil dan rapuh, namun dari langkah kecil itu tersimpan harapan besar bagi masa depan ekosistem laut kita,” ujar Rahmad.

Pemkot Balikpapan Perkuat Program Konservasi Pesisir

Sebagai kota pesisir, Rahmad menyebut Balikpapan memiliki tanggung jawab besar menjaga sumber daya laut dan kawasan pantai. Laut, menurutnya, bukan hanya sumber mata pencaharian, tetapi juga penopang ekonomi, pangan, dan keseimbangan ekosistem bumi. Karena itu, konservasi harus menjadi gerakan berkelanjutan.

Pemkot Balikpapan telah menjalankan sejumlah program pelestarian lingkungan. Mulai dari rehabilitasi mangrove, perlindungan kawasan pesisir, pengelolaan sampah, hingga edukasi lingkungan bagi generasi muda. Komitmen ini terus diperkuat pasca-pelepasan tukik.

JMSI Soroti Ancaman Sampah Plastik di Pesisir

Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Balikpapan, David Purba, menjelaskan bahwa dari 160 telur penyu yang ditemukan, hanya 80 tukik yang berhasil menetas dan dilepasliarkan. Ia berharap langkah ini bisa membantu menambah populasi penyu lekang yang makin langka.

“Harapannya, mereka dapat bertahan hidup dan membantu menambah populasi penyu lekang yang saat ini semakin langka,” ucap David.

David juga menyoroti ancaman serius lain bagi ekosistem pesisir: sampah plastik. Ia mendorong pemasangan jaring apung di sejumlah muara sungai untuk menahan sampah sebelum terbawa ke laut. “Sampah plastik dapat merusak kawasan tempat penyu bertelur dan mengancam keberlangsungan biota laut,” imbuhnya.

Dukungan dari Berbagai Pihak untuk Konservasi

Kegiatan ini didukung oleh sejumlah sponsor dan mitra, antara lain Pertamina Lubricants, Ketua Kadin Balikpapan Noval Asfihani, Indonesian Cycling Federation (ICF) Kaltim, HIPMI Balikpapan, Dirut PTMB Yudhi Saharuddin, serta sejumlah organisasi dan perusahaan lainnya. Turut hadir pula BEM dan Mapala Universitas Balikpapan serta Himpa Poltekba.

Pelepasan tukik ini diharapkan menjadi pemantik bagi sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat. Penanganan sampah plastik dan perlindungan habitat penyu dinilai sebagai langkah prioritas yang harus segera diperkuat setelah kegiatan ini. (*)

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: iknbisnis.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top