Wakil Ketua DPR Dorong Transformasi Pesantren, Aturan Turunan UU Diminta Tak Berbelit

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Minggu, 07 Juni 2026 | 20:11:31 WIB
Wakil Ketua DPR Cucun dorong penyederhanaan aturan turunan UU Pesantren agar tidak membebani administrasi.

KALIMANTAN TIMUR — Dorongan itu disampaikan Cucun dalam talkshow panel bersama Keluarga Alumni Pesantren (KAC) Cipasung di Tasikmalaya, Sabtu (6/6). Acara tersebut dirangkaikan dengan pelantikan dirinya sebagai Ketua Umum Majelis Pimpinan Pusat KAC periode 2026-2031.

Empat Pilar UU Pesantren yang Harus Terwujud

Cucun menyoroti empat pilar utama yang mesti dirasakan manfaatnya oleh pesantren: rekognisi atau pengakuan negara, afirmasi atau keberpihakan kebijakan, fasilitasi pendanaan melalui Dana Abadi Pesantren, serta penguatan fungsi sosial dan dakwah.

Menurutnya, belum semua alumni dan pengelola pesantren memahami sepenuhnya ruang kehadiran negara melalui undang-undang tersebut. Karena itu, ia meminta penyusunan aturan turunan—baik peraturan menteri maupun peraturan daerah—tidak dibuat rumit.

"Kehadiran negara harus mempermudah, bukan membebani administrasi pesantren," tegas Cucun dalam forum yang dihadiri ribuan alumni lintas generasi itu.

Integrasi Kurikulum Global Tanpa Kehilangan Identitas

Di luar soal regulasi, politikus PKB itu menekankan transformasi pendidikan pesantren agar adaptif terhadap teknologi global. Ia menilai pesantren memiliki peluang besar mengintegrasikan standar pendidikan internasional tanpa kehilangan karakter keislamannya.

"Pesantren bisa mengadopsi Cambridge maupun IB dengan pendekatan khas pesantren. Semua pesantren harus adaptif terhadap percepatan teknologi," ujarnya.

Cucun menambahkan, dalam perkembangan kecerdasan buatan atau AI, kontribusi insan pesantren yang memiliki pemahaman agama kuat sangat dibutuhkan untuk menghadirkan perspektif etika dan nilai moral.

Pelantikan dan Pembentukan Majelis Pakar

Acara di Dome Pesantren Cipasung itu juga menjadi momentum pelantikan Cucun sebagai ketua umum organisasi alumni. Prosesi dipimpin langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren Cipasung, KH. Ubaedillah, bertepatan dengan Haul Akbar pesantren.

Pada kesempatan yang sama, dikukuhkan jajaran Majelis Pakar MPP KAC. Lembaga ini dibentuk sebagai wadah pemikiran strategis yang diharapkan menjadi pusat kontribusi akademik dan penyusunan rekomendasi berbasis kajian dari para alumni lintas disiplin ilmu.

Acara turut dihadiri para masyayikh dan keluarga besar Pesantren Cipasung, antara lain KH. Acep Adang Ruhiyat, Acep Zamzam Noor, serta Rektor UNIK KH. Abdul Chobir.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top