SANGATTA — Kerinduan pada masa kecil dan permainan tempo dulu menyatukan lintas generasi di Kota Sangatta, Kutai Timur. Ratusan warga memadati area Kumpul Seru, sebuah acara yang secara khusus mengangkat kembali permainan tradisional yang kini mulai tergerus zaman.
Berbagai permainan seperti egrang, gobak sodor, lompat tali, dan engklek tersedia di sejumlah stan dan arena. Anak-anak yang belum pernah mencoba tampak antusias belajar dari para orang tua yang dengan sabar mengajarkan teknik dasar.
Suara tawa dan sorak sorai terdengar dari berbagai sudut lokasi. Suasana ini kontras dengan keseharian yang lebih banyak dihabiskan di depan gawai.
Kegiatan ini bukan hanya ajang rekreasi. Lebih dari itu, Kumpul Seru menjadi ruang transfer pengetahuan antargenerasi tentang warisan budaya tak benda yang nyaris punah.
Warga yang hadir berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar, pegawai, hingga pensiunan. Mereka datang bersama keluarga, membawa tikar, dan menghabiskan waktu seharian di lokasi.
Maraknya gawai dan terbatasnya ruang terbuka hijau di perkotaan menjadi dua faktor utama permainan tradisional kian jarang dimainkan anak-anak masa kini. Padahal, permainan ini melatih motorik kasar, kerja sama tim, dan interaksi sosial langsung.
Acara Kumpul Seru di Sangatta menjadi contoh kecil bagaimana komunitas bisa berinisiatif menghidupkan kembali tradisi. Inisiatif serupa diharapkan bisa ditiru oleh kelurahan atau kecamatan lain di Kutai Timur.
Sejumlah warga berharap kegiatan serupa bisa digelar secara rutin, bukan hanya acara tahunan. Dengan begitu, anak-anak bisa memiliki alternatif bermain yang lebih sehat dan mendidik.
Belum ada pernyataan resmi dari pemerintah daerah mengenai rencana tindak lanjut kegiatan ini. Namun, antusiasme warga yang tinggi menjadi sinyal kuat bahwa permainan tradisional masih punya tempat di hati masyarakat Sangatta.