HP ZGX Fury GB300 Siap Tangani AI Triliunan Parameter, Harganya Bikin Mikir Dua Kali

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:13:31 WIB
HP ZGX Fury GB300 hadir dengan memori 784 GB untuk komputasi AI skala besar.

KALIMANTAN TIMUR — Computex 2026 baru saja usai, dan seperti dugaan banyak orang, AI masih menjadi bintang utama pameran. Di tengah riuh rendah pengumuman Nvidia di GTC 2026, HP ikut unjuk gigi dengan menghadirkan solusi desktop paling ganas yang pernah mereka buat: ZGX Fury GB300. Perangkat ini ditenagai oleh Nvidia GB300 Grace Blackwell Ultra Desktop Superchip, sebuah sistem-on-chip yang dirancang khusus untuk menangani beban kerja AI generatif skala besar.

Kekuatan di Balik Angka: 784 GB Memori dan 20 Petaflops

HP ZGX Fury GB300 bukan sekadar PC biasa. Perangkat ini dibekali memori koheren hingga 784 GB — jumlah yang luar biasa untuk sebuah mesin desktop. Dengan kapasitas sebesar itu, workstation ini bisa menjalankan inferensi model AI yang sebelumnya hanya mungkin dilakukan di server data center.

Dari sisi komputasi, HP mengklaim ZGX Fury GB300 mampu mencapai 20 petaflops performa FP4. Angka ini membuatnya setara dengan beberapa superkomputer kecil yang biasa digunakan untuk riset dan pengembangan model bahasa besar (LLM). Bagi pengembang yang butuh fine-tuning model dengan parameter miliaran, perangkat ini bisa menjadi solusi lokal tanpa harus bergantung pada cloud.

Bukan untuk Semua Orang: Harga yang Hanya Terjangkau Enterprise

Seperti yang bisa ditebak, kekuatan sebesar itu tidak datang dengan harga murah. HP masih bungkam soal banderol resmi ZGX Fury GB300, namun indikasi dari harga Nvidia DGX Station yang menjadi basisnya sudah cukup jelas. Beberapa reseller menawarkan konfigurasi menengah DGX Station di angka USD 94.000 (sekitar Rp 1,55 miliar), sementara varian tertingginya bisa mendekati USD 200.000 (sekitar Rp 3,3 miliar).

Dengan kata lain, ZGX Fury GB300 adalah investasi serius yang hanya masuk akal untuk perusahaan, institusi riset, atau developer yang benar-benar membutuhkan kekuatan komputasi lokal setara data center. Bukan untuk sekadar browsing atau main game.

Target Pasar: Enterprise Windows yang Haus Daya Komputasi

Jim Nottingham, SVP dan Division President Advanced Compute and Solutions HP Inc., mengungkapkan alasan di balik kehadiran perangkat ini. "Lebih dari 70 persen PC enterprise menjalankan Windows, dan pelanggan kami meminta kekuatan superkomputer AI yang bisa terintegrasi mulus ke lingkungan yang sudah ada," ujarnya dalam pernyataan resmi.

HP memastikan ZGX Fury GB300 akan mendukung ekosistem Windows, menjadikannya pilihan menarik bagi perusahaan yang sudah terbiasa dengan infrastruktur Microsoft. Perangkat ini juga dilengkapi solusi networking enterprise khusus, memungkinkan integrasi dengan sistem yang sudah berjalan di kantor.

Kapan Bisa Dibeli? Tunggu Akhir 2026

HP belum memberikan tanggal rilis pasti untuk ZGX Fury GB300. Namun, perangkat ini dijadwalkan meluncur bersamaan dengan Nvidia DGX Station pada kuartal keempat 2026. HP tidak sendirian — Dell, MSI, ASUS, dan Supermicro juga disebut akan merilis produk serupa dengan basis chip yang sama.

Bagi pengguna di Indonesia, kabar ini mungkin masih terdengar seperti cerita dari dunia lain. Namun, kehadiran perangkat seperti ZGX Fury GB300 menandakan bahwa era komputasi AI lokal — tanpa harus bergantung cloud — sudah mulai mendekati kenyataan. Tinggal soal waktu dan harga yang harus turun agar bisa dinikmati lebih banyak orang.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: techradar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top