Kejuaraan Paralayang Internasional IPAC 2026 Resmi Dimulai di Sultan Hill Paser, Diikuti Peserta dari Berbagai Negara

Penulis: Chandra Kusuma  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 18:53:15 WIB
Peserta dari berbagai negara memulai kompetisi paralayang IPAC 2026 di Sultan Hill, Kabupaten Paser.

PASER — Langit di kawasan Sultan Hill, Kabupaten Paser, mulai dipenuhi parasut warna-warni sejak Kamis (4/6). Hari itu menjadi pembuka ajang International Paragliding Accuracy Championship (IPAC) 2026, sebuah kejuaraan paralayang internasional yang diikuti oleh atlet-atlet dari sejumlah negara.

Akurasi Pendaratan Jadi Kunci Kemenangan

Berbeda dengan paralayang jarak jauh, IPAC menguji ketepatan pilot dalam mendarat di titik yang telah ditentukan. Setiap peserta harus mengendalikan parasut mereka agar menyentuh area target seluas mungkin. Semakin kecil jarak dari pusat sasaran, semakin tinggi skor yang diraih.

Kompetisi ini membutuhkan konsentrasi tinggi dan penguasaan medan angin lokal. Sultan Hill, yang dikenal memiliki kontur perbukitan dan pola angin yang menantang, menjadi lokasi yang ideal untuk menguji kemampuan para penerbang.

Peserta Mancanegara Ramaikan Ajang Dua Tahunan

IPAC 2026 bukan sekadar lomba biasa. Ajang ini merupakan agenda dua tahunan yang telah dinantikan oleh komunitas paralayang global. Kehadiran peserta dari berbagai negara membuat level persaingan semakin ketat, sekaligus membawa nama Paser ke peta olahraga udara internasional.

Para atlet tidak hanya bertanding, tetapi juga menjajal potensi wisata udara di Kalimantan Timur. Pemerintah daerah setempat berharap ajang ini bisa menjadi momentum untuk mempromosikan Sultan Hill sebagai destinasi olahraga ekstrem dan ekowisata.

Apa yang Membuat Sultan Hill Istimewa?

Lokasi Sultan Hill sendiri sudah lama dikenal oleh para pegiat paralayang tanah air. Ketinggian dan bentuk lerengnya menyediakan lift termal yang cukup stabil untuk terbang. Namun, medan di sekitarnya juga menyimpan tantangan berupa perubahan arah angin yang tiba-tiba, yang kerap menjadi ujian bagi pilot asing yang belum terbiasa.

Panitia menyiapkan area pendaratan yang luas di kaki bukit untuk mengantisipasi variasi lintasan. Setiap sesi penerbangan dipantau ketat oleh tim safety untuk memastikan keselamatan peserta.

Dampak bagi Pariwisata dan Ekonomi Lokal

Perhelatan ini membawa dampak langsung bagi warga sekitar. Para atlet, ofisial, dan pengunjung yang datang memenuhi hotel dan penginapan di pusat kota Paser. Warung-warung makan dan pelaku UMKM pun kebanjiran rezeki selama masa kompetisi.

Ke depan, Pemkab Paser berencana menjadikan Sultan Hill sebagai pusat latihan paralayang permanen. Jika terealisasi, ajang seperti IPAC bisa digelar lebih rutin, tidak hanya dua tahun sekali. Hal ini akan memperkuat posisi Kalimantan Timur sebagai salah satu destinasi olahraga udara di Indonesia.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: kaltimpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top