BALIKPAPAN — Bangunan tua yang selama puluhan tahun menjadi tempat belajar warga di Balikpapan Tengah itu akhirnya masuk dalam daftar prioritas perbaikan pemerintah pusat. Revitalisasi SKB ini menjadi angin segar bagi warga yang selama ini mengeluhkan kondisi gedung yang tak lagi layak.
Dana sebesar Rp 1,16 miliar dari Kemendikdasmen akan difokuskan pada pembangunan tiga ruang kelas baru. Proyek ini dijadwalkan mulai bergulir pada tahun 2026. Belum ada rincian lebih lanjut mengenai spesifikasi bangunan atau jadwal pasti pengerjaan, namun sumber di lingkungan Dinas Pendidikan setempat menyebut revitalisasi ini sudah sangat mendesak.
SKB Balikpapan Tengah bukan gedung baru. Bangunannya merupakan peninggalan era 1960-an. Selama puluhan tahun, bangunan ini hanya mengalami perbaikan tambal sulam. Kondisi atap bocor, dinding retak, dan instalasi listrik yang sudah usang menjadi pemandangan sehari-hari bagi para pengajar dan warga belajar.
"Kami sudah bertahun-tahun mengusulkan perbaikan. Plafon sering ambrol kalau hujan deras," ujar seorang staf pengajar di SKB tersebut, Selasa lalu.
SKB atau Sanggar Kegiatan Belajar merupakan unit pelaksana teknis di bidang pendidikan nonformal. Fungsinya vital: menyelenggarakan program kesetaraan Paket A, B, dan C, serta kursus keterampilan bagi warga yang tak mengenyam bangku sekolah formal. Di Balikpapan, SKB Balikpapan Tengah menjadi salah satu andalan bagi warga dari kalangan ekonomi bawah untuk mendapatkan ijazah setara SD, SMP, dan SMA.
Dengan adanya tiga ruang kelas baru, kapasitas tampung peserta didik diperkirakan bertambah. Selama ini, ruang kelas yang ada seringkali penuh, terutama saat musim pendaftaran program kesetaraan. Revitalisasi ini diharapkan bisa meningkatkan kenyamanan belajar dan menarik lebih banyak warga untuk mengikuti program pemberantasan buta aksara dan peningkatan keterampilan.
Setelah pengumuman bantuan ini, pihak pengelola SKB masih menunggu petunjuk teknis dari Kemendikdasmen. Proses lelang dan pengerjaan proyek diperkirakan baru akan dimulai pada awal tahun anggaran 2026. Warga berharap proyek ini tidak molor seperti proyek-proyek pemerintah lainnya.