SAMARINDA — Pengakuan dari tingkat pusat ini menjadi angin segar bagi dunia olahraga Kalimantan Timur. Wakil Ketua III KONI Pusat, Sudarmo, secara spesifik menyebut tata kelola organisasi KONI Kaltim masa bakti 2022-2026 sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia.
Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menghadiri Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Kaltim. Acara yang digelar di Samarinda ini menjadi forum evaluasi sekaligus ajang konsolidasi organisasi menjelang berbagai agenda olahraga nasional ke depan.
"Saya melihat KONI Kaltim memiliki tata kelola yang rapi dan profesional. Ini patut diapresiasi dan bisa menjadi contoh bagi provinsi lain," ujar Sudarmo dalam sambutannya di hadapan para pengurus dan anggota Musorprov.
Apresiasi ini tidak datang begitu saja. Di bawah kepemimpinan Rusdiansyah Aras, KONI Kaltim dinilai berhasil membenahi sistem administrasi, transparansi keuangan, dan program pembinaan atlet secara berjenjang.
Rusdiansyah Aras yang memimpin KONI Kaltim sejak 2022, menurut Sudarmo, mampu membawa perubahan signifikan. Organisasi tidak lagi berjalan secara konvensional, tetapi mulai mengadopsi sistem manajemen modern yang akuntabel.
Hal ini penting mengingat Kaltim menjadi salah satu provinsi yang kerap melahirkan atlet-atlet berprestasi di tingkat nasional. Dengan tata kelola yang baik, diharapkan pembinaan atlet bisa lebih terarah dan berkelanjutan.
Dengan pengakuan dari pusat, KONI Kaltim kini memiliki modal besar untuk mendapatkan dukungan lebih, baik dari pemerintah daerah maupun sponsor. Tata kelola yang baik juga memudahkan proses pencairan anggaran dan pelaporan pertanggungjawaban.
Para pengurus cabang olahraga pun diuntungkan. Mereka bisa lebih fokus pada pembinaan teknis tanpa terbebani masalah administrasi yang rumit. "Ini motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan prestasi," ujar salah satu pengurus cabang olahraga yang hadir dalam Musorprov.
Musorprov KONI Kaltim kali ini tidak hanya menjadi ajang seremonial. Sejumlah agenda strategis dibahas, termasuk persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) dan event multi-cabang lainnya.
Sudarmo berharap KONI Kaltim bisa mempertahankan bahkan meningkatkan standar tata kelolanya. "Jangan cepat puas. Teruslah berinovasi agar atlet-atlet kita bisa bersaing di level tertinggi," pesannya.
Dengan fondasi manajemen yang kuat, Kaltim optimistis bisa kembali menjadi lumbung atlet nasional dan mengharumkan nama daerah di kancah olahraga Indonesia.