PENAJAM — Jajaran Satpolairud Polres PPU menggandeng Baznas PPU untuk menjangkau warga pesisir yang selama ini kerap terluput dari program bantuan sosial. Puluhan paket sembako disalurkan langsung kepada nelayan dan keluarga di pesisir yang ekonominya terdampak cuaca ekstrem dan harga bahan bakar melambung.
Kegiatan ini bukan seremonial belaka. Sebelum penyaluran, Satpolairud bersama Baznas melakukan pendataan terlebih dahulu terhadap warga pesisir yang masuk kategori kurang mampu. Pendekatan ini dilakukan agar bantuan tepat sasaran, mengingat banyak nelayan kecil yang tidak terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
"Kami turun langsung ke dermaga dan perkampungan nelayan. Banyak warga yang selama ini tidak tersentuh bansos reguler," ujar perwakilan Satpolairud Polres PPU dalam keterangannya.
Setiap paket bantuan berisi beras, minyak goreng, gula, dan mi instan. Jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan dasar rumah tangga nelayan untuk bertahan selama cuaca buruk yang menghalangi mereka melaut.
Baznas PPU mengalokasikan anggaran dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk kegiatan ini. "Kami sinergikan dengan kepolisian agar distribusi lebih cepat dan tepat," kata pengurus Baznas PPU.
Satpolairud Polres PPU tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga memanfaatkan momen ini untuk memantau kondisi keamanan perairan. Petugas berdialog dengan nelayan soal potensi pencurian ikan, abrasi, dan kebutuhan infrastruktur dermaga.
Ke depan, pola kolaborasi antara kepolisian dan Baznas ini akan dijadwalkan secara berkala, terutama saat musim barat yang kerap menyulitkan aktivitas melaut. Warga pesisir berharap bantuan tidak berhenti pada satu kali penyaluran.