Dua Sekolah di Kaltim Raih Status Sekolah Garuda, SMA Nasional KPS Balikpapan dan SMA Negeri 10 Samarinda Jadi Pusat Unggulan

Penulis: Endra Sanjaya  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 15:29:44 WIB
SMA Nasional KPS Balikpapan resmi raih status Sekolah Unggul Garuda Transformasi dari Kemdiktisaintek.

SAMARINDA — Dua institusi pendidikan menengah atas di Kalimantan Timur kini mengantongi status Sekolah Unggul Garuda Transformasi. SMA Nasional KPS Balikpapan menyusul jejak SMA Negeri 10 Samarinda yang telah lebih dulu ditetapkan pada tahun lalu.

Penetapan terhadap SMA Nasional KPS Balikpapan disahkan langsung oleh Kemdiktisaintek. Sekolah tersebut terpilih di antara 30 sekolah unggulan lainnya di tingkat nasional.

Penilaian Berdasarkan Potensi Akademik dan Karakter

Plt Kepala Disdikbud Kaltim Armin mengungkapkan, pemilihan sekolah unggulan ini melalui serangkaian penilaian ketat. Indikator utamanya mencakup potensi akademik para siswa dan keberhasilan program penguatan karakter di lingkungan sekolah.

"Aspek lainnya yang turut menjadi indikator penilaian kementerian adalah komitmen nyata institusi dalam mendukung program pemerataan akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat luas," ungkap Armin di Samarinda, Senin.

Peran sebagai Pusat Keunggulan Daerah

Dengan status bergengsi ini, kedua sekolah dituntut siap bertindak sebagai pusat keunggulan atau center of excellence. Peran ini dinilai vital untuk memberikan inspirasi positif bagi sekolah-sekolah lain di sekitarnya.

"Peran sebagai pusat keunggulan ini sangat vital guna memberikan inspirasi positif, sekaligus mendorong percepatan transformasi pendidikan secara menyeluruh di daerah sekitarnya," ujar Armin.

Pembangunan ekosistem pembelajaran yang berdaya saing global ini dipersiapkan secara matang. Tujuannya untuk menjawab tingginya kebutuhan sumber daya manusia unggul yang siap bersaing di masa depan.

Dua Strategi Disdikbud untuk Guru dan Tenaga Kependidikan

Demi mendukung terciptanya sekolah unggul, Disdikbud Kaltim menerapkan dua strategi utama untuk meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan. Strategi pertama berupa pemberian pelatihan komprehensif bagi guru hingga kepala sekolah.

"Strategi pertama mencakup pemberian pelatihan komprehensif bagi guru hingga kepala sekolah demi menambah wawasan, keterampilan, serta materi ajar," kata Armin.

Strategi kedua adalah pelaksanaan program pendampingan intensif. Tujuannya agar para tenaga pendidik sungguh-sungguh mampu menerapkan ilmu hasil pelatihan di kelas masing-masing. Disdikbud Kaltim berharap program ini dapat mempercepat transformasi pendidikan secara merata di seluruh wilayah Benua Etam.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top