BONTANG — Proses produksi seragam gratis untuk ribuan siswa di Bontang sudah memasuki tahap penjahitan. Kepala Disdikbud Bontang Abdu Safa Muha menyebut pengukuran telah dilakukan di sejumlah sekolah, dan para penjahit kini mulai mengerjakan pesanan.
Pemkot Bontang sengaja melibatkan 600 pelaku jasa jahit lokal dalam pengadaan seragam ini. Langkah itu dirancang agar anggaran daerah tidak hanya habis untuk barang, tetapi juga menggerakkan ekonomi warga di tingkat kampung dan kelurahan.
“Prosesnya sudah berjalan. Pengukuran sudah dilakukan dan penjahitan juga sudah mulai dikerjakan,” ujar Safa, Selasa (2/6/2026).
Pemerintah mengalokasikan dana sekitar Rp11 miliar pada tahun 2026 untuk program seragam gratis. Selain pakaian, anggaran itu juga mencakup pengadaan tas dan sepatu yang akan disalurkan ke siswa penerima manfaat di sekolah negeri maupun swasta.
Safa menambahkan, seluruh perlengkapan sekolah ditargetkan selesai tepat waktu. “Harapannya semua bisa selesai tepat waktu sehingga dapat segera disalurkan kepada siswa,” katanya.
Disdikbud mengakui ada tantangan berupa kenaikan harga bahan baku dan biaya operasional produksi. Namun, Safa memastikan hal itu tidak akan menurunkan mutu seragam yang diterima siswa. “Walaupun ada kenaikan harga bahan, kualitas tetap menjadi perhatian utama,” jelasnya.
Pemkot Bontang menekankan bahwa program ini menyasar seluruh peserta didik, tanpa membedakan status sekolah. Distribusi pun dilakukan secara terukur agar tidak ada siswa yang terlewat sebelum tahun ajaran baru dimulai.