Proyek Jalan Muara Muntai–Blusuh di Kutai Barat Dikebut, BBPJN Kaltim Terapkan Pengawasan Mutu Berlapis

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 15:29:42 WIB
Pengecoran badan jalan Muara Muntai–Blusuh di Kutai Barat terus dikebut meski kondisi cuaca tidak menentu.

KUTAI BARAT — Pengecoran badan jalan sepanjang ruas Muara Muntai–Blusuh terus berlanjut dalam beberapa pekan terakhir. BBPJN Kaltim menyebut progres pengerjaan berjalan sesuai target, meski cuaca di lapangan kerap tidak menentu.

Mengapa Pengawasan Mutu Diperketat?

Kepala BBPJN Kaltim menjelaskan, pengawasan berlapis diterapkan untuk mengantisipasi potensi kerusakan dini pada struktur jalan. Setiap titik pengecoran harus lolos uji kepadatan dan ketebalan sebelum dilanjutkan ke segmen berikutnya.

"Kami tidak ingin ada kompromi soal mutu. Jalan ini akan menopang distribusi logistik dan mobilitas warga di Kutai Barat," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin lalu.

Proses Pengecoran: Dari Campuran hingga Pemadatan

Di lapangan, tim teknis memastikan rasio campuran beton sesuai spesifikasi. Setiap truk pengangkut material diperiksa kadar slump-nya sebelum dituang ke lokasi. Setelah pengecoran, proses pemadatan menggunakan alat berat dilakukan secara bertahap untuk menghindari retak permukaan.

BBPJN juga menerjunkan petugas pengawas di setiap titik kerja. Mereka berwenang menghentikan sementara pekerjaan jika ditemukan penyimpangan teknis.

Apa Dampaknya bagi Warga Sekitar?

Ruas Muara Muntai–Blusuh merupakan akses utama bagi warga di tiga kecamatan. Selama ini, kondisi jalan berlubang dan bergelombang kerap dikeluhkan pengendara. Dengan adanya proyek ini, waktu tempuh dari pusat kecamatan ke Kota Sendawar diperkirakan berkurang signifikan.

Seorang warga Muara Muntai, Hasan, mengaku lega jalan mulai diperbaiki. "Dulu kalau hujan, jalan becek dan licin. Sekarang mulai mulus, semoga tahan lama," katanya.

Target Penyelesaian dan Tahap Selanjutnya

BBPJN Kaltim menargetkan pengerjaan fisik rampung sebelum akhir tahun anggaran. Setelah pengecoran selesai, jalan akan melalui masa perawatan awal sebelum resmi dibuka untuk kendaraan umum. Tahap berikutnya adalah pemasangan rambu dan marka jalan.

Pihak kontraktor juga diminta menyiapkan tim tanggap darurat jika terjadi kerusakan selama masa pemeliharaan.

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: kaltimpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top