SAMARINDA — Musorprov KONI Kaltim 2026 bukan sekadar agenda rutin tahunan. Ajang ini menjadi panggung pertarungan visi dan misi para calon ketua yang akan membawa arah baru olahraga di Benua Etam selama lima tahun ke depan.
Sebanyak 160 peserta yang telah ditetapkan memiliki hak suara dalam musyawarah ini. Mereka terdiri dari perwakilan pengurus cabang olahraga, pengurus kabupaten/kota, dan unsur terkait lainnya.
Setiap suara akan menentukan siapa yang layak memimpin KONI Kaltim, organisasi yang bertanggung jawab atas pembinaan dan prestasi atlet di tingkat provinsi hingga nasional.
Momentum ini menjadi krusial karena Kaltim tengah gencar mempersiapkan atlet-atlet muda untuk bersaing di berbagai event, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang. Kepemimpinan baru diharapkan mampu membawa terobosan dalam pembinaan olahraga prestasi dan olahraga rekreasi.
“Kami berharap pemimpin baru nanti bisa merangkul semua elemen dan melanjutkan program yang sudah berjalan, sekaligus menghadirkan inovasi,” ujar salah satu peserta yang enggan disebutkan namanya.
Setelah terpilih, ketua umum KONI Kaltim periode 2026–2030 akan langsung menyusun kepengurusan baru. Langkah pertama yang akan diambil adalah merancang program kerja empat tahun ke depan, termasuk menyusun kalender kompetisi dan pembinaan atlet.
Selain itu, pengurus baru juga akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk memastikan dukungan anggaran dan fasilitas olahraga di seluruh Kaltim.
Besok, seluruh mata akan tertuju pada siapa yang akhirnya duduk sebagai nahkoda baru. Keputusan 160 peserta ini akan menentukan apakah olahraga Kaltim akan melaju kencang atau justru tersendat di lima tahun mendatang.