PLTA Batoq Kelo 300 MW di Mahulu Disambut Otorita IKN, Proyek Energi Hijau Ini Bisa Aliri Listrik ke Ibu Kota Negara

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Senin, 01 Juni 2026 | 15:10:13 WIB
Pembangunan PLTA Batoq Kelo di Mahulu sebagai sumber listrik hijau untuk IKN.

MAHAKAM ULU — Proyek PLTA Batoq Kelo yang tengah dibangun di wilayah hulu Sungai Mahakam ini menyimpan potensi besar sebagai pemasok utama listrik bagi IKN. Otorita IKN menyebut pembangkit listrik tenaga air itu menjadi bagian penting dalam transisi energi bersih di Kalimantan Timur.

PLTA berkapasitas 300 MW itu dibangun di Kabupaten Mahulu, daerah yang selama ini dikenal minim akses listrik. Dengan adanya proyek ini, pasokan energi ke IKN tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pembangkit berbasis batu bara.

Mengapa PLTA Batoq Kelo Jadi Prioritas untuk IKN?

Pembangunan PLTA ini sejalan dengan visi IKN sebagai kota pintar dan ramah lingkungan. Otorita IKN menilai proyek PLTA Batoq Kelo bisa menjadi tulang punggung pasokan listrik hijau, terutama untuk kawasan inti pusat pemerintahan.

“Proyek ini memperkuat komitmen kita dalam transisi energi bersih. Kami menyambut baik langkah ini sebagai ajang mengurangi ketergantungan pada energi fosil,” ujar perwakilan Otorita IKN dalam pernyataan resmi yang diterima media.

Potensi Listrik Melimpah dari Hulu Sungai Mahakam

Kapasitas 300 MW dari PLTA Batoq Kelo diperkirakan mampu memenuhi sebagian besar kebutuhan listrik tahap awal IKN. Keberadaan sungai dengan debit air stabil di Mahulu menjadi modal utama proyek ini bisa berjalan optimal.

Selain untuk IKN, listrik yang dihasilkan juga berpotensi dialirkan ke wilayah-wilayah di sekitar Mahulu yang selama ini belum tersentuh jaringan listrik negara. Ini menjadi angin segar bagi warga di daerah pedalaman.

Apa Dampaknya bagi Warga Mahulu?

Pembangunan PLTA ini tidak hanya soal pasokan listrik untuk ibu kota baru. Warga lokal di Mahulu juga akan merasakan dampak langsung, mulai dari terbukanya akses listrik yang lebih stabil hingga peluang kerja selama masa konstruksi.

Namun, proyek ini juga menuntut perhatian pada aspek lingkungan dan sosial. Aliran sungai yang menjadi sumber tenaga harus tetap terjaga agar ekosistem di hulu Mahakam tidak terganggu.

Ke depan, Otorita IKN dan pemerintah daerah akan terus mengawal proses pembangunan PLTA Batoq Kelo agar sesuai target. Proyek ini diharapkan menjadi model transisi energi bersih yang bisa direplikasi di daerah lain di Kalimantan Timur.

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: kaltimpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top