PENAJAM — Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Penajam Paser Utara (PPU) turun tangan menandai lubang-lubang di aspal jalur poros. Pemberian marka sementara ini menjadi peringatan dini bagi pengendara, terutama pengguna sepeda motor, agar mengurangi kecepatan dan lebih waspada saat melintas.
Petugas kepolisian menyisir ruas jalan yang rawan kecelakaan. Titik-titik yang sudah ditandai tersebar di beberapa segmen jalur poros yang kerap dilintasi kendaraan berat.
Jalur poros di PPU dikenal sebagai urat nadi transportasi yang menghubungkan sejumlah kecamatan. Namun, kondisi aspal yang mulai mengelupas dan lubang menganga kerap muncul, terutama setelah musim hujan.
Laporan warga dan pengendara yang nyaris celaka menjadi pemicu. Satlantas Polres PPU kemudian memutuskan untuk melakukan pemetaan dan penandaan secara manual di titik-titik yang dinilai paling kritis.
Tim Satlantas turun langsung ke lapangan dengan membawa cat dan alat bantu. Mereka tidak hanya menandai lubang, tetapi juga memasang rambu sementara di beberapa titik yang memiliki tikungan tajam.
“Pemberian tanda ini merupakan bentuk peringatan dini bagi para pengendara, khususnya roda dua, agar lebih waspada saat melintas,” ujar petugas di lokasi.
Proses penandaan dilakukan secara bertahap. Prioritas utama adalah lubang dengan diameter besar yang berada tepat di jalur laju kendaraan.
Penandaan ini bersifat sementara. Satlantas Polres PPU berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum setempat untuk menindaklanjuti perbaikan permanen.
“Kami harap ada penanganan lebih lanjut dari instansi terkait. Kalau hanya ditandai, lubang tetap ada dan tetap berbahaya,” tambahnya.
Pengendara diimbau untuk tetap waspada meski sudah ada tanda. Sebab, marka sementara bisa pudar atau hilang jika terguyur hujan deras.