BALIKPAPAN — Pemkot Balikpapan tengah menyiapkan usulan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di dua titik berbeda. Kawasan timur dan utara menjadi bidikan utama dalam program yang bertujuan memeratakan akses pendidikan bagi warga dari keluarga prasejahtera.
Pemerintah kota menilai dua wilayah ini memiliki konsentrasi penduduk yang cukup tinggi namun minim akses terhadap sekolah negeri berkualitas. Selama ini, sebagian besar sekolah unggulan dan fasilitas pendidikan menengah terkonsentrasi di pusat kota.
“Kami ingin memastikan anak-anak di pinggiran kota punya kesempatan yang sama. Sekolah Rakyat ini akan menjadi jawaban,” ujar pejabat Pemkot Balikpapan dalam keterangan resmi.
Pemkot Balikpapan masih dalam tahap inventarisasi dan pembahasan internal untuk menentukan lahan definitif. Proses ini melibatkan dinas terkait untuk memastikan lahan yang diusulkan memenuhi standar pembangunan sekolah.
Setelah lahan ditetapkan, Pemkot akan mengajukan usulan ke pemerintah pusat. Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif nasional yang digulirkan oleh Kementerian Sosial dan Kementerian Pendidikan untuk menekan angka putus sekolah.
Kehadiran Sekolah Rakyat di kawasan timur dan utara diharapkan bisa mengurangi beban biaya pendidikan bagi warga. Tidak perlu lagi menyekolahkan anak ke pusat kota yang memakan ongkos transportasi dan waktu tempuh lebih lama.
Program ini juga menyasar anak-anak usia sekolah yang selama ini tidak terdaftar di lembaga pendidikan formal karena kendala ekonomi.
Pemkot Balikpapan belum bisa memastikan kapan pembangunan fisik Sekolah Rakyat dimulai. Saat ini prioritas utama adalah penyelesaian administrasi lahan dan pengajuan proposal ke pemerintah pusat.
Jika disetujui, pembangunan akan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan kebutuhan dasar seperti ruang kelas, sanitasi, dan akses jalan menuju lokasi sekolah.