TENGGARONG — Akhmad Akbar Haka Saputra menilai sejumlah ruang publik dan pusat aktivitas ekonomi di Kutai Kartanegara menghadapi tantangan menjaga keberlangsungannya. Perubahan pola kunjungan membuat sejumlah lokasi yang sebelumnya ramai kini mengalami penurunan aktivitas. Pasar Tangga Arung Square disebutnya sebagai salah satu yang paling perlu dievaluasi.
Politikus DPRD Kukar itu menekankan pentingnya pemerintah dan pihak terkait melihat kondisi kawasan secara menyeluruh. Penelusuran penyebab perubahan tingkat kunjungan dinilai menjadi langkah awal sebelum merumuskan solusi.
Penyebab Sepinya Pasar Tangga Arung Square Jadi Fokus Penanganan
Akbar menyebut keberlangsungan Pasar Tangga Arung Square sebagai salah satu persoalan yang tengah menjadi fokus penanganan. Menurut dia, tanpa pemetaan penyebab, upaya menghidupkan kembali kawasan itu berisiko tidak tepat sasaran.
"Tantangannya memang bagaimana kita melihat prospek Pasar Tangga Arung Square seperti apa, penyebabnya seperti apa, dan apa yang bisa membuat Pasar Tangga Arung Square menjadi ramai. Itu juga menjadi salah satu hal yang fokus kita tangani," ujarnya kepada awak media di Ruang Rapat Utama DPRD Kukar pada Senin (29/9/2026).
Pernyataan itu disampaikan usai agenda rapat di DPRD Kukar. Akbar tidak menyebut angka kunjungan spesifik maupun target waktu penyelesaian evaluasi.
Wisata dan Kuliner Baru di Tenggarong Dinilai Peluang, Bukan Ancaman
Munculnya sejumlah tempat wisata dan kuliner baru di Tenggarong dipandang Akbar sebagai bagian dari perkembangan ekonomi masyarakat. Ia melihat kemunculan usaha-usaha tersebut sebagai peluang yang dapat dikembangkan lebih jauh.
Para pengelola tempat wisata maupun kuliner diminta memikirkan cara menghadirkan daya tarik yang mampu mengundang lebih banyak wisatawan. Langkah itu dinilainya penting agar keberadaan usaha baru tidak hanya bergantung pada warga yang tinggal di Tenggarong.
Pelaku Usaha Diminta Bidik Konsumen dari Kota Sekitar
Akbar menilai jumlah anak muda maupun masyarakat yang menetap di Kota Tenggarong tidak sebanyak sejumlah kota lain di Kalimantan Timur. Kondisi itu membuat pelaku usaha perlu melihat potensi konsumen dari wilayah sekitar.
Ia berharap tempat-tempat kuliner baru dapat menghadirkan konsep yang berbeda dan memiliki daya tarik tersendiri. Menurut dia, daya tarik itu menjadi kunci agar usaha baru tidak cepat kehilangan pengunjung.
"Bukan hanya anak-anak muda yang ada di Tenggarong yang nongkrong, tetapi juga bisa menarik customer atau konsumen dari luar kota di sekitarnya," pungkasnya.
Akbar belum merinci langkah konkret yang akan diambil DPRD Kukar untuk menindaklanjuti sorotan tersebut. Evaluasi menyeluruh terhadap Pasar Tangga Arung Square disebutnya masih menjadi bagian dari pembahasan yang tengah berjalan.