KALIMANTAN TIMUR — Republik Irlandia ternyata berpeluang menghadapi sanksi "tak terduga" dari UEFA jika tidak memainkan laga Nations League melawan Israel di Budapest, Minggu. Presiden FAI Paul Cooke mengungkapkan hal itu setelah skuad asuhan Heimir Hallgrimsson memutuskan tetap bertanding lewat voting mayoritas signifikan dan menang 3-0.
Laga di Budapest itu berlangsung tanpa jabat tangan antar pemain kedua tim. Para pemain Republik Irlandia juga menundukkan kepala saat lagu kebangsaan Israel dikumandangkan sebelum pertandingan yang digelar di venue netral tersebut.
Kedua pertemuan di Grup B3 itu sudah menyimpan kontroversi sejak undian Februari lalu. Kelompok tekanan Irish Sport for Palestine lewat kampanye "Stop The Game" mendesak para pemain mundur dari laga, buntut perang Israel-Gaza yang masih berlangsung.
Tanpa Jabat Tangan dan Tanpa Tukar Panji
Tradisi sebelum kick-off tidak berjalan normal. Kapten Republik Irlandia Dara O'Shea dan kapten Israel Manor Solomon tidak bertukar panji. Keduanya juga tidak melakukan jabat tangan seperti lazimnya duel internasional.
Ketegangan sebenarnya sudah terasa sejak Sabtu pagi. Para pemain menggelar rapat tertutup di hotel setelah kiper Gavin Bazunu menyatakan mundur sebagai bentuk protes, disusul sejumlah rekan yang menyampaikan keberatan untuk bertanding.
FAI kemudian mengonfirmasi voting pemain menghasilkan keputusan bertanding dengan mayoritas signifikan. Laga kedua antara kedua tim dijadwalkan 4 Oktober mendatang di kota Backa Topola, Serbia.
Cooke: Aturan UEFA Sebut Sanksi Tak Terduga
Cooke menegaskan pihaknya tidak mendapat ancaman sanksi tambahan spesifik dari UEFA. Namun ia mengakui regulasi menyisakan ruang hukuman yang tidak dirinci.
"Aturannya jelas. Regulasi menyebutkan kalau kami tidak memenuhi jadwal, apa sanksinya, lalu ada rujukan ke sanksi lain yang tidak ditentukan," kata Cooke kepada RTE Sport.
"Saya kira itu tergantung UEFA dan sanksi apa yang mereka jatuhkan. Kita lihat kasus Southampton di Inggris, hukuman yang dijatuhkan kepada mereka," lanjutnya merujuk sanksi yang membuat Southampton dicoret dari play-off Championship setelah mengakui memata-matai lawan.
Cooke membela cara FAI menangani tekanan menjelang laga. Menurutnya, keputusan bertanding sudah dimandatkan anggota dan dewan sejak awal.
"Kami sejak awal bilang akan memainkan laga. Itu dimandatkan lewat anggota kami, lewat dewan, dan sekarang kami sudah memenuhi satu jadwal berkat keberanian para pemain yang bertanding malam itu," ujarnya.
Surat FAI soal Israel Masih Digodok UEFA
FAI mengirim surat ke UEFA pada November lalu yang mengusulkan Israel dikeluarkan dari kompetisi internasional dan klub. Menurut Cooke, respons UEFA belum final.
"Jawaban mereka, mereka akan mempertimbangkannya dan sampai sekarang masih dipertimbangkan," kata Cooke.
Cooke juga mengaku sudah berbicara dengan dua negara lain di grup, Austria dan Kosovo, untuk meminta dukungan sanksi terhadap Israel. Hasilnya, kedua negara itu menegaskan komitmen mereka tetap memainkan laga sesuai jadwal.