Kepolisian Sektor Samboja bersama tim gabungan meningkatkan pengawasan di sekitar instalasi gas onshore receiving facility (ORF) PT Eni Muara Bakau, Kelurahan Handil Baru, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, setelah memadamkan kebakaran lahan gambut seluas tiga hektare. Pemantauan ekstra dilakukan karena fasilitas objek vital nasional itu menjadi jalur krusial pasokan energi dari Lapangan Jangkrik menuju Kilang LNG Badak di Bontang.
SAMBOJA — Kepala Kepolisian Sektor Samboja Ajun Komisaris Polisi Mohamad Yazid menyatakan pihaknya tidak akan mengurangi intensitas patroli di sekitar ORF Handil Baru. Petugas tetap disiagakan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, sekecil apa pun, mengingat struktur lahan gambut menyimpan potensi bara di bawah permukaan tanah.
"Pemantauan ekstra tetap kami lakukan di lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api sekecil apa pun, mengingat struktur lahan gambut menyimpan potensi bara di bawah permukaan tanah," kata Yazid di Samboja, Rabu.
Mengapa ORF Handil Baru Diawasi Ketat
ORF Handil Baru berfungsi mengolah serta mengalirkan pasokan gas alam dari Lapangan Jangkrik, lapangan gas laut dalam di Selat Makassar. Aliran gas dari fasilitas ini menuju Kilang LNG Badak di Bontang serta jaringan pembangkit listrik regional.
Karena posisinya sebagai objek vital nasional, instalasi tersebut dinilai sensitif terhadap material mudah terbakar. Kondisi inilah yang membuat kebakaran di lahan sekitarnya langsung dikategorikan sebagai ancaman keselamatan serius bagi instalasi gas PT Eni Muara Bakau.
Kronologi: Api Terdeteksi Pukul 13.30 WITA
Kebakaran pertama kali terdeteksi pada Minggu (20/9) sekitar pukul 13.30 WITA. Titik api berada di lahan gambut RT 012, sekitar 20 kilometer dari Markas Polsek Samboja di Jalan Balikpapan-Handil.
Personel polisi langsung diterjunkan ke lokasi untuk memimpin penanganan bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kecamatan Samboja. Aksi pemadaman darurat turut melibatkan tim penanggulangan kebakaran PT Pertamina Hulu Mahakam, PT Eni Muara Bakau, Palang Merah Indonesia (PMI) Samboja, serta Kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) Kelurahan Tanjung Harapan.
Belasan Kendaraan Dikerahkan, Api Utama Padam 7 Jam Kemudian
Petugas di lapangan menghadapi tantangan teknis berat karena struktur vegetasi gambut yang tebal dan kering. Untuk mempercepat lokalisasi api, belasan kendaraan operasional dikerahkan, mulai dari armada pemadam utama hingga mobil tangki suplai air milik perusahaan.
Setelah upaya pemblokadean arah rambatan api ke instalasi obvitnas selama hampir tujuh jam, tim gabungan berhasil mengendalikan dan memadamkan kobaran api utama sekitar pukul 20.00 WITA.
Sisa Bara di Kedalaman Gambut Masih Dibasahi
Meski api di permukaan telah padam, petugas melanjutkan proses penyiraman dan pembasahan menyeluruh. Langkah ini untuk memastikan tidak ada sisa bara di kedalaman tanah gambut yang berpotensi menyala kembali.
Dugaan sementara, kemunculan api dipicu sisa bara dari kebakaran sebelumnya yang kembali menyala akibat hembusan angin dan paparan cuaca terik. Polsek Samboja bersama tim gabungan masih bersiaga di lokasi hingga kondisi dinyatakan benar-benar aman.