Pencarian

Daftar 10 Tempat Wisata Gratis di Samarinda yang Wajib Dicoba

Senin, 10 Agustus 2026 • 17:33:31 WIB
Daftar 10 Tempat Wisata Gratis di Samarinda yang Wajib Dicoba
Wisata gratis di Samarinda. (Foto: NET)

KALIMANTAN TIMUR - Menikmati liburan tidak selalu membutuhkan biaya besar. Wisata gratis di Samarinda menjadi pilihan tepat bagi mereka yang ingin bersantai tanpa khawatir pengeluaran membengkak.

Bahkan, wisata gratis di Samarinda menawarkan berbagai pengalaman, mulai dari menikmati pemandangan Sungai Mahakam, berjalan santai di ruang publik, berolahraga, hingga merasakan suasana kuliner lokal.

Sebagai ibu kota Kalimantan Timur, Samarinda punya karakteristik yang unik dibanding kota-kota wisata lain di Pulau Borneo.

Kota ini tumbuh sebagai kawasan urban yang ramai di sepanjang Sungai Mahakam, dilengkapi berbagai fasilitas umum, taman kota, pusat perdagangan, area kuliner, dan destinasi rekreasi yang tersebar di berbagai penjuru.

Hal ini menunjukkan bahwa rekreasi tidak selalu berhubungan dengan tempat berbayar.

Banyak ruang publik yang bisa dijadikan alternatif untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, teman, atau sekadar mencari suasana baru setelah rutinitas harian.

10 Wisata Gratis di Samarinda yang Patut Anda Kunjungi

Bagi Anda yang ingin berhemat, berikut sepuluh wisata gratis di Samarinda yang bisa masuk daftar kunjungan.

1. Teras Samarinda

Teras Samarinda merupakan salah satu ruang publik yang menarik untuk menikmati suasana pusat kota. Berlokasi di tepian Sungai Mahakam, tempat ini menjadi ikon terbaru ruang publik di Samarinda.

Daya tarik utamanya adalah panorama sungai yang bisa dinikmati sambil duduk santai, berjalan kaki, atau berfoto.

Jam kunjungan cukup fleksibel. Pagi hari cocok untuk menikmati udara sejuk, sementara sore hingga malam menawarkan suasana berbeda saat area mulai ramai.

Area publiknya gratis tanpa tiket masuk. Namun, biaya parkir dan jajan makanan atau minuman tetap perlu diperhitungkan.

Kehadiran Teras Samarinda juga menunjukkan bagaimana ruang kota dapat disulap menjadi tempat berkumpul warga.

Karena merupakan area bersama, menjaga kebersihan dan ketertiban adalah tanggung jawab setiap pengunjung.

2. Islamic Center Samarinda

Masjid Baitul Muttaqien atau Islamic Center Samarinda adalah salah satu bangunan paling ikonik di kota ini.

Selain sebagai tempat ibadah, kawasan ini juga memiliki nilai arsitektur dan sosial yang menarik untuk dikunjungi.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mencatat Islamic Center sering digunakan untuk berbagai acara keagamaan.

Pada 2026, misalnya, kawasan ini kembali dipakai untuk kegiatan keagamaan skala besar.

Kunjungan ke sini harus memperhatikan fungsi utamanya sebagai rumah ibadah. Aktivitas wisata religi sebaiknya dilakukan dengan menjaga pakaian, sikap, ketenangan, dan menghormati jamaah yang sedang beribadah.

Masuk ke kawasan masjid tidak dikenakan tiket wisata. Pengunjung tetap harus mematuhi ketentuan parkir dan aturan yang berlaku di lokasi.

3. Taman Samarendah

Taman Samarendah adalah salah satu ruang terbuka yang sudah lama menjadi bagian dari identitas Kota Samarinda. Letaknya di pusat kota membuat taman ini gampang diakses dari berbagai arah.

Pepohonan rindang dan area pedestrian menawarkan aktivitas sederhana seperti jalan santai, duduk, menikmati pemandangan kota, atau berburu foto.

Di sekeliling taman, ada berbagai kegiatan ekonomi warga yang bisa melengkapi kunjungan Anda.

Taman ini tidak memungut tiket masuk. Pengeluaran utama biasanya hanya untuk parkir atau konsumsi jika ingin membeli makanan dan minuman di sekitar.

Taman kota seperti Samarendah punya fungsi lebih dari sekadar tempat bersantai. Keberadaannya memberi ruang terbuka bagi masyarakat di tengah kepadatan aktivitas perkotaan.

4. Citra Niaga Samarinda

Citra Niaga memiliki sejarah panjang dalam perkembangan perdagangan Samarinda.

Menurut Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Samarinda, kawasan ini dibangun sebagai pusat perdagangan dengan arsitektur yang cukup menarik.

Bahkan, desain Citra Niaga pernah memenangkan Aga Khan Award for Architecture pada 1989.

Saat ini, kawasan tersebut bisa jadi pilihan untuk berjalan kaki, melihat aktivitas perdagangan, mencari oleh-oleh, atau sekadar menikmati suasana pusat kota.

Tidak ada tiket masuk untuk memasuki area perdagangan ini. Namun, berbelanja tentu butuh anggaran tersendiri.

Karena itu, tempat ini tetap cocok untuk wisata hemat jika aktivitas utama Anda adalah jalan-jalan dan menikmati suasana.

5. GOR Kadrie Oening

Bagi yang lebih suka bergerak daripada duduk diam, kawasan GOR Kadrie Oening di Sempaja bisa jadi pilihan.

Kompleks olahraga ini dipakai untuk berbagai kegiatan olahraga dan event. Pemerintah Kota Samarinda mencatat GOR Kadrie Oening sebagai tuan rumah berbagai agenda olahraga, termasuk kejuaraan panjat tebing tingkat provinsi pada 2026.

Area terbuka di kompleks ini bisa dimanfaatkan untuk aktivitas fisik sesuai fasilitas dan ketentuan yang tersedia.

Jalan santai, lari ringan, atau sekadar menikmati atmosfer kawasan olahraga bisa menjadi cara sederhana untuk mengusir kebosanan.

Waktu kunjungan juga bisa disesuaikan dengan suasana yang diinginkan. Hari kerja cenderung tenang, sementara akhir pekan biasanya lebih ramai dan hidup.

6. Wisata Kuliner Betapus

Betapus menawarkan nuansa yang berbeda dari pusat Kota Samarinda. Kawasan ini dikenal dengan suasana pedesaan dan hamparan sawah yang masih bisa dilihat sepanjang perjalanan.

Daya tariknya bukan hanya makanan, tapi juga perjalanan menuju ke sana. Pemandangan sawah memberikan pengalaman yang jarang ditemui di tengah perkotaan.

Kondisi sawah berubah mengikuti musim. Ada saatnya sawah terlihat hijau, ada pula waktu setelah panen atau saat lahan disiapkan untuk musim tanam berikutnya.

Tidak ada tiket masuk untuk menikmati kawasan Betapus. Pengunjung hanya perlu menyiapkan uang jika ingin membeli makanan atau minuman dari pedagang setempat.

Dengan begitu, biaya rekreasi bisa disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

7. Mahakam Riverside Market atau Marimar

Mahakam Riverside Market, atau dikenal juga sebagai Marimar, menawarkan konsep rekreasi yang dekat dengan Sungai Mahakam.

Lokasinya bersebelahan dengan Mahakam Lampion Garden, sehingga suasana di sekitarnya cukup menarik untuk dijelajahi.

Tempat ini bisa jadi pilihan untuk menikmati kuliner sambil melihat aktivitas di tepian sungai.

Beragam pilihan makanan membuat tempat ini lebih cocok untuk kunjungan keluarga atau teman.

Masuk ke Marimar tidak dipungut tiket. Biaya yang perlu disiapkan terutama untuk parkir dan konsumsi.

Konsep seperti ini membuktikan bahwa wisata tidak selalu berbentuk wahana berbayar.

Menikmati makanan lokal, mengobrol, dan memandangi aktivitas di sekitar sungai juga bisa menjadi bentuk rekreasi.

8. Taman Bebaya

Taman Bebaya bisa menjadi pilihan bagi keluarga yang ingin menghabiskan waktu di ruang terbuka.

Pada siang hingga sore, taman ini bisa digunakan untuk bersantai dan bermain di luar ruangan.

Saat sore berganti malam, suasana di sekitarnya berubah dengan munculnya aktivitas kuliner dan hiburan tertentu. Ini membuat kunjungan di waktu berbeda terasa tidak sama.

Taman ini tidak memungut tiket untuk area publiknya. Meski begitu, pengunjung tetap perlu memperhatikan area dan fasilitas yang bisa digunakan pada jam kunjungan.

Bagi keluarga dengan anak-anak, ruang terbuka seperti Taman Bebaya bisa menjadi solusi sederhana untuk keluar dari rumah tanpa biaya besar.

9. Taman Ekologis

Taman Ekologis adalah pilihan menarik bagi yang mencari ruang terbuka yang tenang. Lokasinya di belakang SMAN 1 Samarinda dan cocok untuk jalan santai atau menghabiskan waktu bersama keluarga.

Konsep ekologisnya menjadi nilai plus karena ruang hijau di perkotaan punya fungsi penting.

Ruang seperti ini bisa menjadi tempat masyarakat berinteraksi sambil menikmati lingkungan yang lebih terbuka.

Keunggulan Taman Ekologis adalah tidak ada tiket masuk. Bahkan, berdasarkan informasi yang tersedia, biaya parkir juga tidak dipungut.

Kondisi fasilitas bisa berubah seiring waktu sehingga pengunjung sebaiknya tidak berekspektasi pada fasilitas wisata komersial.

Justru kesederhanaannya bisa menjadi daya tarik bagi yang ingin mencari tempat untuk berjalan dan mengobrol santai.

10. Polder Air Hitam

Polder Air Hitam terletak di Jalan A.W. Syahranie dan erat kaitannya dengan lingkungan Kelurahan Air Hitam.

Situs resmi Kelurahan Air Hitam bahkan mencatat adanya rencana penataan pedagang atau UMKM di kawasan Polder Air Hitam pada 2026.

Sebagai area penampungan air, polder ini punya fungsi pengelolaan lingkungan perkotaan. Namun, ruang di sekitarnya juga bisa dimanfaatkan masyarakat untuk bersantai.

Area tepian, dermaga, dan beberapa fasilitas terbuka membuat Polder Air Hitam menarik sebagai tempat singgah.

Datang di waktu yang tepat juga memungkinkan pengunjung mendapat suasana lebih nyaman, terutama saat cuaca tidak terlalu panas.

Karena berhubungan dengan fungsi pengelolaan air, keselamatan harus diutamakan. Area yang dilarang dimasuki sebaiknya tidak digunakan untuk bermain atau beraktivitas.

Kesimpulan

Samarinda punya banyak pilihan rekreasi yang bisa dinikmati tanpa biaya besar.

Mulai dari tepian Sungai Mahakam, taman kota, kawasan olahraga, hingga ruang terbuka dengan suasana alami, semuanya bisa jadi pilihan untuk melepas penat.

Meski tidak ada tiket masuk, kenyamanan dan kelestarian tempat tetap harus terjaga. Membawa pulang sampah, mematuhi aturan, dan menghormati pengunjung lain adalah cara sederhana untuk menjaga ruang publik tetap nyaman.

Pada akhirnya, liburan tidak harus mahal untuk memberikan pengalaman menyenangkan.

Wisata gratis di Samarinda adalah bukti bahwa waktu berkualitas dan kebahagiaan bisa ditemukan dari hal-hal sederhana.

 

Follow halobontang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks