Pencarian

Panglima Jilah Ajak Jokowi Main Film Kolosal Dayak-Majapahit, Presiden: Jadi Figuran Saya Siap

Selasa, 26 Mei 2026 • 19:31:00 WIB
Panglima Jilah Ajak Jokowi Main Film Kolosal Dayak-Majapahit, Presiden: Jadi Figuran Saya Siap
Presiden Jokowi menyatakan kesediaan menjadi figuran dalam film kolosal Dayak-Majapahit.

JAKARTA — Presiden Joko Widodo menerima langsung undangan Panglima Jilah untuk terlibat dalam film kolosal yang mengangkat kisah heroik Kerajaan Dayak dan Majapahit. Dalam pertemuan itu, Jokowi menyatakan siap ambil bagian, meski hanya sebagai figuran.

Awal Mula: Undangan Langsung Panglima Jilah

Panglima Jilah, tokoh masyarakat Dayak yang dikenal sebagai panglima adat, datang ke Istana Negara menyodorkan proposal film. Ia ingin menghadirkan kolaborasi dua peradaban besar Nusantara dalam sebuah karya sinema epik.

Jokowi merespons antusias. “Jadi figuran pun saya siap,” ujar Presiden, dikutip dari pernyataan resmi setelah pertemuan. Jawaban spontan itu langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial dan grup WhatsApp warga Kalimantan Timur.

Proses: Bagaimana Film Ini Digarap?

Film kolosal ini akan mengambil latar sejarah pertemuan Kerajaan Dayak dan Majapahit di masa lampau. Panglima Jilah menyebut produksi akan melibatkan ribuan pemeran lokal dari Kalimantan Timur dan Jawa Timur.

Lokasi syuting utama berada di Kalimantan Timur, dekat kawasan adat Dayak. Panglima Jilah ingin memastikan cerita yang diangkat sesuai fakta sejarah dan nilai budaya warisan leluhur.

Peran Jokowi: Figuran atau Lebih?

Meski Jokowi menyatakan siap menjadi figuran, Panglima Jilah membuka kemungkinan peran yang lebih besar. “Kami masih mendiskusikan peran paling pas untuk Pak Presiden. Kehadiran beliau akan menjadi energi besar bagi produksi ini,” kata Panglima Jilah dalam keterangan terpisah.

Jokowi memiliki latar belakang seniman di masa muda. Ia pernah aktif di teater dan grup musik. Namun, sejak menjadi presiden, ia jarang tampil di layar lebar. Terakhir, ia muncul dalam film dokumenter tentang pembangunan infrastruktur.

Apa yang Terjadi Selanjutnya?

Panglima Jilah menargetkan syuting dimulai pertengahan tahun ini, setelah naskah selesai dan pendanaan terkumpul. Pemerintah daerah Kalimantan Timur siap mendukung penuh produksi film ini sebagai bagian promosi pariwisata budaya.

Film ini diharapkan menjadi tontonan sekaligus edukasi sejarah bagi generasi muda. Bagi warga Kutai Kartanegara dan sekitarnya, cerita hubungan Dayak-Majapahit adalah bagian identitas lokal yang jarang diangkat ke layar lebar.

Bagikan
Sumber: kaltimpost.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks